Berita
PPP: Survie itu Dianggap Tidak Gambarkan Hasil Pemilu
AKTUALITAS.ID – Lembaga survei Suara Milenial Institute mencatat, pandemi Covid-19 berdampak terhadap elektabilitas partai politik. Sejumlah partai mengalami penurunan dibandingkan hasil Pemilu 2019. Penurunan elektabilitas disinyalir karena publik tidak melihat sumbangsih partai selama penanganan pandemi Covid-19. Ketua DPP PPP Achmad Baidowi menanggapi dingin. Survei itu dianggap tidak menggambarkan hasil Pemilu. “Itu hasil survei biasa saja. […]
AKTUALITAS.ID – Lembaga survei Suara Milenial Institute mencatat, pandemi Covid-19 berdampak terhadap elektabilitas partai politik. Sejumlah partai mengalami penurunan dibandingkan hasil Pemilu 2019.
Penurunan elektabilitas disinyalir karena publik tidak melihat sumbangsih partai selama penanganan pandemi Covid-19. Ketua DPP PPP Achmad Baidowi menanggapi dingin. Survei itu dianggap tidak menggambarkan hasil Pemilu.
“Itu hasil survei biasa saja. Setiap survei memang begitu. Dan bukan cerminan hasil Pemilu,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (1/8/2021).
Politikus yang akrab disapa Awiek ini mengklaim, sudah banyak sumbangsih partai dalam penanganan Covid-19. Misal menyumbang obat-obatan hingga sembako. Namun, aksi yang dilakukan parpol jarang terpotret ke publik.
“Sudah banyak sumbangsih partai terhadap penanganan covid seperti membantu obat-obatan, swab, vaksin, maupun sembako. Tapi ya mungkin tidak terpotret,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, pandemi covid-19 tak hanya mempengaruhi tatanan kehidupan, namun juga berimbas kepada kancah politik Indonesia. Lembaga survei Suara Milenial Institute merilis survei terbaru tentang elektabilitas partai politik di masa pandemi. Hasilnya, ada penurunan elektabilitas partai dibandingkan perolehan pada pemilu 2019.
Direktur Eksekutif Suara Milenial Institute, Muhammad Aderman mengungkapkan partai lama itu disinyalir tidak mampu menjaga perolehan suaranya di masa pandemi ini.
“Ketika ditanyakan kepada publik, partai mana yang akan anda pilih jika pemilu sekarang? PDIP masih menempati urutan pertama dalam tingkat elektabilitas, namun suaranya menurun menjadi 17,5 persen. Disusul oleh Partai Gerindra 10,5 persen, di urutan ketiga ada Partai Demokrat 6,9 persen. Kemudian PKS memperoleh 5,6 persen, dan Golkar meraih 5,2 persen,” ungkap dia, Jumat (30/7).
Menurunnya tingkat elektabilitas partai di masa pandemi ini, menurutnya karena publik merasa belum melihat sumbangsih dan kepedulian partai-partai dalam meringankan beban masyarakat selama pandemi.
“Penurunan terjadi hampir di semua partai politik yang pernah unggul di pemilu 2019, karena publik belum melihat sejauh mana sumbangsih mereka dalam meringankan beban masyarakat,” katanya.
-
FOTO03/08/2026 23:59 WIBFOTO: Suasana Pameran Foto Warna-warni Parlemen 2026
-
POLITIK03/08/2026 13:00 WIBBahlil Tegaskan Golkar Tak Akan Jadi Oposisi
-
NASIONAL03/08/2026 20:00 WIBBawaslu Beberkan Ancaman Baru Pemilu 2029
-
EKBIS03/08/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Melonjak Naik Rp7.000 Hari Ini
-
NUSANTARA03/08/2026 12:30 WIBTakut Diadukan ke Orang Tua, Bocah 14 Tahun Tega Bakar Mantan Pacar
-
POLITIK03/08/2026 16:00 WIBDPR: Saatnya Prabowo Tegas ke Kepala Daerah
-
DUNIA03/08/2026 12:00 WIBKorea Selatan Hadapi Panas Terburuk dalam Sejarah
-
RAGAM03/08/2026 18:45 WIBDya Loretta Dorong Pendidikan Inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus di IFW 2026

















