Berita
Soal Revisi UU Narkotika, DPR Tunggu Kajian Pemerintah
AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pihaknya menunggu kajian pemerintah untuk merevisi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pernyataan itu merespons niatan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly merevisi UU Narkotika karena penjara dipenuhi napi narkoba. Dasco menghormati niatan pemerintah untuk merevisi undang-undang tersebut. Akan tetapi, ia berharap usulan itu disertai […]
AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pihaknya menunggu kajian pemerintah untuk merevisi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pernyataan itu merespons niatan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly merevisi UU Narkotika karena penjara dipenuhi napi narkoba.
Dasco menghormati niatan pemerintah untuk merevisi undang-undang tersebut. Akan tetapi, ia berharap usulan itu disertai kajian yang mendalam.
“Silakan dikaji lebih mendalam. Pemerintah silakan ajukan ke DPR, tentunya melalui mekanisme yang ada di DPR,” kata Dasco dalam rekaman video yang diterima pada Kamis (9/9/2021).
Dasco sepakat dengan ucapan Yasonna soal napi penjara memenuhi lapas. Menurutnya, banyak lapas penuh meski pemerintah sudah membuat penjara khusus napi narkoba.
Meski begitu, Dasco menyebut revisi undang-undang tetap harus melalui mekanisme yang ada. Ia menyebut revisi akan dibahas dengan mendengar pandangan pemerintah dan fraksi-fraksi di DPR.
“Untuk sebuah UU berkualitas, saya pikir jalannya akan panjang,” ucap pria yang menjabat Ketua Harian Partai Gerindra itu.
Revisi UU Narkotika sudah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Tahun 2020-2024. Undang-undang itu diusulkan oleh pemerintah. Revisi aturan tersebut juga telah masuk Prolegnas Prioritas Tahun 2021. Akan tetapi, pembahasan revisi undang-undang itu belum kunjung rampung.
Revisi UU Narkotika kembali mencuat usai peristiwa kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, Rabu (8/9). Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly membahas masalah kelebihan kapasitas di lapas dan rutan.
-
RAGAM15/09/2026 23:00 WIBBNPB: 112 Daerah Rawan, 2.150 Desa Masuk Zona Bahaya
-
OASE16/09/2026 05:00 WIBTernyata Ini Alasan Alam Gaib Disembunyikan dari Manusia
-
NASIONAL16/09/2026 09:00 WIBDPR Dorong BRAN Jadi Pengendali Konflik Tanah
-
RIAU16/09/2026 07:30 WIBPekanbaru Tersedak Asap PM2.5 143,4
-
RIAU16/09/2026 08:30 WIBNoki Loviko: Jangan Tunggu Anak Jadi Korban Narkoba
-
NASIONAL16/09/2026 10:00 WIBSarifah: Jangan Sampai Korban Siber Malah Terjerat
-
NASIONAL16/09/2026 11:00 WIBFelly: Jangan Bicara Stunting Kalau Air Bersih Saja Belum Bisa
-
NUSANTARA15/09/2026 23:00 WIBKotim Perpanjang Darurat Karhutla hingga 30 September

















