Berita
Tembus Pasar Kanada, Produk Makanan Indonesia Siap Dipasarkan
AKTUALITAS.ID – Konsul Jenderal RI di Vancouver, Hendra Halim dan Kepala Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) Vancouver, Andri Satria Permana secara resmi mendorong masuknya produk makanan Indonesia, yaitu Golden Panda wafer stick dari PT Dua Kelinci dan permen Fox dari PT Savoria Kreasi Rasa di warehouse UNO Food di Delta, British Columbia (24/07). Kedua produk tersebut diimpor untuk pertama kalinya oleh UNO Food untuk dipasarkan di seluruh Kanada.
Konjen RI Vancouver mengatakan bahwa kedatangan kedua produk baru tersebut akan semakin menambah keberagaman produk Indonesia di Kanada khususnya produk makanan dan minuman. Diharapkan juga agar UNO Food dapat mengimpor produk makanan dan minuman Indonesia supaya menambah keragaman produk Indonesia di Kanada.
Kedatangan kedua produk tersebut merupakan hasil kesepakatan dari promosi yang dilakukan oleh masing-masing perusahaan tersebut kepada UNO Food baik dalam bentuk mini trade show PT Dua Kelinci di Vancouver maupun pada saat PT Savoria mengikuti Trade Expo Indonesia.
UNO Foods merupakan perusahaan keluarga yang menjadi importir sekaligus distributor untuk produk-produk makanan dan minuman dari Asia, khususnya Filipina. Produk-produknya dalam bentuk kemasan dan beku dipasarkan ke berbagai supermarket di Kanada. (Red)
-
RAGAM13/04/2026 13:30 WIBPenelitian Terbaru: Patahan Raksasa di Bawah Laut Sulawesi Sambungkan Sesar Benua
-
OTOTEK13/04/2026 16:30 WIB3.000 Flash Charge di Eropa Bakal Secepatnya Dipasang BYD
-
NASIONAL13/04/2026 06:00 WIBBGN Tutup Ratusan Dapur MBG karena Kualitas di Bawah Standar
-
NASIONAL13/04/2026 13:00 WIBBGN: EO Bantu Jalankan Program Gizi Nasional
-
POLITIK13/04/2026 10:00 WIBSurvei LSI: 94% Rakyat Tolak Pilkada Lewat DPRD
-
PAPUA TENGAH13/04/2026 16:00 WIBBerulah Lagi! OPM Kodap III/Puncak Pimpinan Lekagak Talenggen Bakar Rumah Warga
-
OASE13/04/2026 05:00 WIB5 Perkataan Umar yang Langsung Dijawab oleh Allah
-
POLITIK13/04/2026 11:00 WIBMantan Kepala PCO Sebut Pernyataan Saiful Mujani Dinilai Bahaya Demokrasi

















