Connect with us

NASIONAL

Maruarar Sirait: Buku Industri Properti 8% Jadi Referensi Program 3 Juta Rumah

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menyiapkan buku berjudul Industri Properti untuk Indonesia 8%. Kajian tersebut akan menjadi salah satu referensi pemerintah dalam mendorong pencapaian program 3 juta rumah.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan pemerintah terbuka terhadap masukan dari perguruan tinggi agar kebijakan yang diambil memiliki dasar akademis dan berbasis data.

“Kami sangat terbuka dengan masukan-masukan dari perguruan tinggi untuk sebagai data, sehingga kami membuat kebijakan juga berbasis ilmiah dari akademisi,” kata Maruarar di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026).

Menurut Maruarar, pembahasan buku tersebut akan dilakukan secara terbuka pada 25 September 2026 pukul 14.30 WIB dengan melibatkan Kadin dan LPEM FEB UI. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti juga telah diundang dalam agenda tersebut.

BACA JUGA  Lantik Pengurus Baru, Apersi Bidik Pembangunan 120.000 Rumah Subsidi

Maruarar menegaskan, kajian itu merupakan riset yang disusun Kadin dan bukan dibuat oleh pemerintah. Meski demikian, pemerintah akan memanfaatkannya sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan.

“Ini yang bayar dari Kadin ya? Jadi, yang membuat juga riset Kadin, tapi kami gunakan sebagai referensi kami,” ujar Maruarar.

Kepala Badan Pengembangan Kawasan Properti Terpadu Kadin Budiarsa Sastrawinata mengatakan kajian bersama LPEM FEB UI tersebut disusun untuk mengukur besarnya kontribusi industri properti terhadap perekonomian nasional sekaligus melihat peluang peningkatan kontribusinya pada masa mendatang.

“Kita sebetulnya membuat kajian ini bersama LPEM UI itu untuk melihat berapa besarnya setiap kontribusi dari industri properti ini terhadap perekonomian nasional, dan bagaimana ke depannya kita bisa lebih meningkatkan kontribusi kita dalam kegiatan ekonomi,” kata Budiarsa.

Kepala Kelompok Kajian Ilmu Regional dan Kebijakan Energi LPEM FEB UI Uka Wikarya menjelaskan, kajian tersebut tidak hanya menghitung kontribusi langsung industri properti terhadap produk domestik bruto (PDB), tetapi juga dampak tidak langsung terhadap sektor ekonomi lainnya.

BACA JUGA  Pemerintah Siapkan Rumah untuk PNS di Atas Lahan Gratis, Bisa Jadi Agunan Bank

“Jadi kami melakukan kajian tentang berapa kontribusi sektor properti secara langsung dan secara tidak langsung terhadap PDB nasional kita,” jelas Uka.

Kontribusi langsung, kata Uka, dihitung berdasarkan omzet yang dihasilkan industri properti. Sementara kontribusi tidak langsung mencakup omzet serta aktivitas ekonomi yang muncul pada industri lain sebagai dampak dari kegiatan sektor properti.

Dampak tersebut, antara lain, dirasakan industri pertambangan, semen, baja, serta berbagai sektor pendukung pembangunan properti.

“Secara tidak langsung adalah omzet-omzet dan dampak-dampak ekonomi yang muncul di industri dan bisnis lain yang terpengaruh oleh properti, misalkan pertambangan, semen, baja, dan lain-lain,” papar Uka.

Besarnya kontribusi sektor properti juga sebelumnya disampaikan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor real estate memberikan kontribusi Rp520,7 triliun terhadap PDB nasional sepanjang 2024, dengan pertumbuhan sebesar 2,5 persen secara tahunan (year on year/yoy).

BACA JUGA  Piala Presiden 2025 Siap Digelar, Total Hadiah Capai Rp11 Miliar

Pemerintah juga mendorong pertumbuhan sektor tersebut melalui pembangunan 3 juta rumah yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 serta pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk sektor properti.

Selain itu, realisasi investasi pada subsektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sepanjang 2024 mencapai Rp123 triliun dan masuk dalam empat besar investasi nasional.

Kajian Kadin dan LPEM FEB UI diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai peran industri properti terhadap perekonomian sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan kebijakan perumahan, termasuk pelaksanaan program 3 juta rumah.

TRENDING