DUNIA
Kegagalan PBB Hentikan Pembantaian di Gaza Akibat Veto AS, Disesalkan Rusia
AKTUALITAS.ID – Pemerintah Rusia menyesalkan kegagalan PBB untuk menghentikan pembantaian di Gaza akibat veto dari Amerika Serikat (AS).
“Ketidakmampuan Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan pertempuran dan pembantaian serta mengakhiri penderitaan warga sipil sangat disesalkan dan mengecewakan,” demikian disampaikan pihak kementerian dalam pernyataan yang diterbitkan di situs web resminya.
Sekelompok anggota tidak tetap DK PBB kembali berusaha mengadopsi resolusi yang menyerukan gencatan senjata di Jalur Gaza, pembebasan sandera, dan akses bagi bantuan kemanusiaan pada Kamis kemarin.
Semua anggota DK PBB mendukung rancangan resolusi tersebut kecuali AS, yang menggunakan hak vetonya untuk ketujuh kalinya sejak eskalasi krisis.
Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan kembali bahwa posisi Rusia terkait konflik Israel-Palestina tetap konsisten.
Meskipun mengecam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, Moskow mengatakan insiden tersebut tidak dapat dan tidak boleh digunakan sebagai dalih untuk hukuman kolektif terhadap warga Palestina atau untuk memicu perang yang lebih luas di Timur Tengah.
Rusia percaya bahwa mencapai perdamaian dan keamanan yang sejati di daerah tersebut tidak mungkin tanpa penyelesaian yang adil atas masalah Palestina dan pemenuhan hak-hak dan aspirasi yang sah dari rakyat Palestina, tambah kementerian tersebut.
(Yan Kusuma/goeh)
-
FOTO29/07/2026 17:00 WIBFOTO: Kampanye Pariwisata Malaysia di Rangkaian KAI Commuter
-
POLITIK29/07/2026 11:00 WIBBawaslu: Ancaman Terbesar Pemilu Kini Bukan Lagi di TPS
-
NASIONAL29/07/2026 11:45 WIBOperasi Senyap KPK Berujung Penangkapan Bupati Pemalang
-
NUSANTARA29/07/2026 15:30 WIBBMKG: Gelombang Besar Mengintai Pesisir Indonesia Hingga Akhir Juli
-
POLITIK29/07/2026 16:30 WIBKaesang Maju di Dapil Puan, Pengamat Sebut PDIP Belum Tentu Tergerus
-
DUNIA29/07/2026 12:00 WIBPentagon Akui 624 Tentara AS Terluka akibat Perang Iran
-
EKBIS29/07/2026 09:30 WIBIHSG Rebound ke 6.165
-
DUNIA29/07/2026 08:00 WIBIran Hukum Mati Dua Terpidana Kasus Kerusuhan Januari