Connect with us

DUNIA

Netanyahu: Iran Tak Mudah Ditaklukkan

Aktualitas.id -

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Dok: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa perang melawan Iran kemungkinan membutuhkan waktu, meski ia menegaskan konflik tersebut tidak akan berlangsung bertahun-tahun.

Pernyataan itu disampaikan setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu (28/2/2026). Presiden AS, Donald Trump, mengklaim serangan tersebut menewaskan sekitar 48 pimpinan Iran, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

“Saya katakan perang itu bisa cepat dan menentukan. Mungkin butuh waktu, tetapi tidak akan bertahun-tahun. Ini bukan perang tanpa akhir,” ujar Netanyahu, dikutip dari Reuters.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan ke Israel serta sejumlah negara Timur Tengah yang memiliki pangkalan militer AS, termasuk Uni Emirat Arab, Irak, Bahrain, dan Arab Saudi.

Trump sebelumnya memperkirakan perang melawan Iran akan berlangsung sekitar empat hingga lima minggu. Namun, Netanyahu mengisyaratkan durasi konflik bisa lebih lama dari perkiraan tersebut.

Netanyahu menyebut konflik ini sebagai peluang menciptakan perdamaian jangka panjang di Timur Tengah, termasuk membuka jalan normalisasi hubungan antara Israel dan Arab Saudi.

Dalam jajak pendapat Reuters/Ipsos, hanya satu dari empat warga Amerika yang menyetujui serangan AS ke Iran. Skeptisisme publik dipengaruhi pengalaman panjang perang AS di Irak dan Afghanistan.

Di sisi lain, Komandan Keamanan Iran, Ali Larijani, menyatakan negaranya siap menghadapi perang panjang melawan AS dan Israel.

“Iran, tidak seperti Amerika Serikat, sudah siap menjalani perang yang panjang. Iran akan membela diri tanpa mempedulikan biaya apa pun,” tulis Larijani melalui akun X, dikutip dari Al Arabiya.

Situasi ini meningkatkan ketegangan di kawasan dan memicu kekhawatiran global terhadap potensi eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah. (Mun)

TRENDING