DUNIA
Taktik Drone Hizbullah Bikin Militer Israel Frustrasi dan Mundur Teratur
AKTUALITAS.ID – Militer Israel dilaporkan mulai menarik sebagian pasukannya dari wilayah Lebanon setelah menghadapi tekanan serangan berkelanjutan dari Hizbullah, termasuk penggunaan drone yang dinilai sulit diantisipasi.
Laporan media Israel, Maariv, menyebutkan bahwa pasukan Israel secara bertahap mengurangi operasi militernya di Lebanon. Kampanye tersebut bahkan disebut berakhir dengan hasil yang tidak sesuai harapan.
Dalam analisis koresponden militer Avi Ashkenazi, penarikan pasukan telah dimulai dengan ditariknya sejumlah unit, termasuk Divisi 162, dan diperkirakan akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Langkah ini diambil di tengah tekanan serangan Hizbullah yang terus berlangsung, serta keterlibatan Israel dalam konflik yang lebih luas di kawasan, termasuk ketegangan dengan Iran.
Sejumlah unit elite, seperti Divisi 98, brigade penerjun payung, dan unit Nahal, juga dilaporkan mulai dialihkan ke front lain.
Meski demikian, Israel disebut masih akan mempertahankan kehadiran terbatas di sepanjang garis pertahanan tertentu di wilayah perbatasan.
Serangan drone Hizbullah menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi situasi di lapangan. Teknologi drone yang digunakan dinilai efektif karena sulit terdeteksi radar konvensional.
Dalam salah satu insiden di Lebanon selatan, serangan drone dilaporkan menyebabkan korban di pihak militer Israel serta melukai sejumlah personel lainnya.
Selain itu, serangan lanjutan bahkan terjadi saat proses evakuasi, yang menunjukkan intensitas operasi Hizbullah di wilayah tersebut.
Laporan tersebut juga mengungkap bahwa militer Israel menghadapi tantangan dalam merespons ancaman drone yang berkembang cepat.
Tekanan juga datang dari dalam negeri Israel, terutama dari warga di wilayah utara yang merasa kondisi keamanan semakin memburuk.
Situasi ini menandai fase baru dalam konflik di perbatasan Lebanon, dengan kedua pihak disebut memasuki pola keterlibatan terbatas. Namun, potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah masih tetap tinggi. (Mun)
-
DUNIA22/09/2026 12:00 WIBAS Tutup Semua Maskapai Iran
-
NASIONAL22/09/2026 13:00 WIBGus Khozin: RUU Reforma Agraria Harus Kembalikan Fungsi Sosial Tanah
-
EKBIS22/09/2026 10:30 WIBRupiah Melemah Lagi
-
NASIONAL22/09/2026 11:00 WIBDewan Pers Sebut 5 Jurnalis Hilang sebagai Pahlawan
-
NASIONAL22/09/2026 19:00 WIBDPR Bongkar Skandal Label Gizi Beras
-
NUSANTARA22/09/2026 12:30 WIBBentrokan di Pertigaan Pertamina Tual Berujung Maut
-
POLITIK22/09/2026 14:44 WIBLAPD Soroti Kewenangan MK Tangani Gugatan Syarat Pendidikan Gibran
-
EKBIS22/09/2026 11:30 WIBHarga Emas Rp2,627 Juta per Gram

















