DUNIA
Amerika Kocar-kacir, Jet Tempur F-15 AS Hancur Lebur Dihantam Rudal Iran
AKTUALITAS.ID – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru. Hegemoni militer Amerika Serikat (AS) baru saja mendapat tamparan keras setelah pangkalan udara rahasia mereka di Yordania, Muwaffaq Salti, luluh lantak dibombardir rudal presisi tinggi Iran pada Selasa (8/9/2026) hingga Rabu (9/9/2026).
Laporan mengejutkan yang dirilis oleh CBS News mengungkap fakta bahwa pertahanan AS tak mampu membendung serangan tersebut. Setidaknya delapan jet tempur F-15 kebanggaan AS mengalami kerusakan, sementara satu pesawat serang A-10 Thunderbolt dilaporkan hancur hingga kehilangan salah satu sayapnya akibat hantaman langsung rudal Iran.
Beruntung, tidak ada korban jiwa yang dikonfirmasi dalam insiden berdarah ini. Namun, kerugian material dan pukulan psikologis terhadap militer AS disebut-sebut sangat masif.
Serangan mematikan ini merupakan aksi balasan langsung dari Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Sebelumnya, AS dilaporkan menargetkan lima kapal tanker Iran. Tak tinggal diam, IRGC langsung melancarkan “gelombang serangan” balasan berskala besar yang menyasar delapan kapal tanker, dua kapal perang, dan pangkalan militer AS di Yordania.
Mirisnya, dalam upaya mempertahankan diri, pasukan AS di Yordania harus menembakkan setidaknya 30 rudal penangkis Patriot. Namun, di tengah gempuran peluru kendali Iran yang menggunakan sistem pelacak optik-elektro dengan akurasi ekstrem, stok rudal Patriot dan amunisi presisi AS dilaporkan kini makin menipis dan sekarat.
Pesan dari Teheran kini tidak lagi sekadar gertakan. Media pemerintah Iran baru saja mengumumkan doktrin militer baru yang lebih agresif: menyerang sebelum diserang.
Kepala Keamanan Iran, Mohsen Rezaei, melontarkan klaim yang menggetarkan Pentagon. Ia menyatakan Iran telah sukses melakukan uji coba rudal terbaru—yang diyakini sebagai rudal balistik berbahan bakar padat ‘Qasem Basir’ dengan hulu ledak setengah ton—langsung terhadap kapal induk AS!
“Uji coba ini menciptakan neraka bagi Amerika dan memaksa kapal-kapal Angkatan Laut AS kabur dari kawasan Teluk Persia,” tegas Rezaei. Rudal berdaya jelajah 1.200 kilometer ini digadang-gadang menjadi mimpi buruk baru bagi kapal-kapal perang Washington di kawasan tersebut.
Penderitaan militer AS belum berakhir di darat. Di lautan, IRGC kembali mempermalukan Washington dengan menyita sebuah drone bawah laut super canggih milik AS berjenis Dive-LD (produksi 2025) di pintu masuk Selat Hormuz.
“Penemuan drone bawah laut militer AS yang canggih ini membuktikan bahwa tidak ada teknologi mana pun yang bisa menembus lapisan sistem pengawasan kami,” ejek Juru Bicara IRGC, Hossein Mohebbi.
Pihak militer AS dengan cepat merespons dan mencoba menyelamatkan muka. Mereka mengonfirmasi adanya “kendaraan bawah laut” yang rusak di perairan Timur Tengah, namun berdalih bahwa alat tersebut hanyalah “model tua” yang tidak memiliki perlengkapan rahasia.
Satu hal yang pasti: eskalasi ini membuktikan bahwa Teheran kini tidak lagi hanya menyasar kapal komersial, melainkan berani menantang langsung armada tempur Paman Sam di garis depan. Apakah ini awal dari perang terbuka yang akan menghanguskan Timur Tengah? Kita tunggu langkah Washington selanjutnya. (Mun)
-
NASIONAL11/09/2026 10:00 WIBKetum BM PAN Doakan 5 Jurnalis Hilang Segera Ditemukan
-
EKBIS11/09/2026 09:15 WIBIHSG Anjlok Nyaris 2% di Awal Perdagangan
-
RIAU11/09/2026 09:45 WIBTinjau Karhutla Pelalawan, Aslog Kapolri Siapkan Formulasi Pemadaman Gambut
-
NASIONAL11/09/2026 10:15 WIBMaruarar Sirait: Buku Industri Properti 8% Jadi Referensi Program 3 Juta Rumah
-
JABODETABEK11/09/2026 05:30 WIBBMKG: Awan Tebal Mengintai Jakarta Jumat Ini
-
DUNIA11/09/2026 08:00 WIBSerangan Israel Tewaskan Satu Keluarga di Gaza
-
NASIONAL11/09/2026 09:00 WIBDPR Dorong Satu Kementerian Khusus Urusan Bencana
-
JABODETABEK11/09/2026 06:30 WIBJadwal SIM Keliling Jakarta Jumat 11 September 2026

















