Connect with us

DUNIA

Presiden Iran Siap Lawan AS-Israel

Aktualitas.id -

Foto: Masoud Pezeshkian. (Instagram @drmasoudpezeshkian)

AKTUALITAS.ID – Ketegangan di Timur Tengah resmi memasuki babak baru yang makin mendidih. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, secara terbuka melempar tantangan kepada Amerika Serikat dan Israel, menegaskan bahwa Teheran tidak akan mundur atau menyerah satu inci pun.

Sikap keras ini dideklarasikan Pezeshkian dalam lawatan perdananya ke India saat berpidato di hadapan para pemimpin agama di New Delhi, Jumat (11/09/2026), tepat sebelum gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS dimulai.

“Karena kami mencari kebenaran dan keadilan, kami tidak akan menyerah di hadapan kesombongan yang menindas,” tegas Pezeshkian, mengirimkan sinyal perlawanan tajam ke kubu Barat.

Pernyataan ini bukan tanpa pemantik. Deklarasi Pezeshkian merupakan serangan balik langsung atas retorika Presiden AS Donald Trump. Sebelumnya, Trump menuding Iran berencana menghancurkan Israel, memorak-porandakan Timur Tengah, dan bersiap menyerang kota-kota AS jika Washington tidak segera mengambil langkah militer ekstrem.

BACA JUGA  Israel Klaim Bom Terowongan Hizbullah

Di balik panggung panas retorika perang, krisis nyata sedang mencekik urat nadi perdagangan global. Dalam pertemuan bilateralnya dengan Pezeshkian, Perdana Menteri India Narendra Modi menyuarakan peringatan darurat terkait kebebasan navigasi dan keselamatan pelaut. Modi mendesak agar jalur dialog dan diplomasi segera dibuka sebelum kawasan tersebut hancur lebur.

Kekhawatiran Modi sangat beralasan. Sejak AS dan Israel memicu perang terbuka terhadap Iran pada 28 Februari lalu, Selat Hormuz lumpuh. Blokade bersenjata dan rentetan serangan membuat ratusan kapal kargo dan pelaut telantar di lautan berminggu-minggu.

Bagi India—negara dengan ekonomi paling melesat di dunia—situasi ini adalah mimpi buruk. Menggantungkan 85% kebutuhan bahan bakarnya pada impor yang melewati Selat Hormuz, India kini berhadapan langsung dengan ancaman krisis energi akibat lonjakan liar harga minyak mentah global.

BACA JUGA  Operasi Pencarian Dilanjutkan usai Helikopter Presiden Iran Jatuh di Pegunungan

Lebih dari sekadar kerugian ekonomi, konflik ini telah menumpahkan darah warga sipil. Data resmi pemerintah India mencatat 10 pelaut mereka tewas akibat imbas eskalasi di Timur Tengah. Puncak kengerian terjadi pada Juli lalu, ketika dua kapal kargo yang membawa 30 pelaut India diserang tanpa ampun saat melintasi Selat Hormuz.

Meski dibayangi ancaman krisis energi dan korban jiwa, diplomasi tingkat tinggi antara Iran dan India justru mempertontonkan keintiman yang mencolok. Pezeshkian dan Modi tertangkap kamera bergandengan tangan dengan hangat saat keluar dari Forum Bisnis BRICS.

Momen yang berpotensi memicu kekesalan blok Barat ini bahkan dirayakan secara resmi oleh Kedutaan Besar Iran di India melalui platform X, menyatakan, “Ketika para pemimpin dua negara besar bergandengan tangan, mereka mengingatkan kita akan persahabatan bersejarah antara dua peradaban besar.” (Mun)

BACA JUGA  Saudi Tutup Pipa Minyak Usai Serangan Drone

TRENDING