Connect with us

DUNIA

FSB Tangkap Reporter Jepang di Sakhalin

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Hubungan diplomatik antara Moskow dan Tokyo kembali berada di titik didih. Otoritas Rusia baru saja menangkap seorang jurnalis Jepang di Pulau Sakhalin atas tuduhan serius: spionase. Insiden ini kian memperburuk relasi kedua negara yang sudah retak akibat konflik Ukraina dan sengketa Kepulauan Kuril.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengonfirmasi identitas jurnalis tersebut sebagai Yuki Imai, reporter surat kabar Hokkaido Shimbun yang bertugas di biro Yuzhno-Sakhalinsk.

“Ia dituduh melakukan kegiatan spionase di wilayah Rusia,” tegas Zakharova. Otoritas Rusia menuding Tokyo menggunakan korespondennya untuk mengumpulkan informasi yang merusak keamanan negara, dan menyebut insiden ini “bukan kasus yang terisolasi.”

BACA JUGA  Iran Jalankan Eksekusi Mati terhadap Seorang Warganya yang Dituduh Jadi Mata-mata Israel

Menurut laporan kantor berita TASS, Imai ditangkap tepat saat ia sedang bersiap kembali ke Jepang. Badan Keamanan Federal Rusia (FSB) mengeklaim jurnalis tersebut sedang mengumpulkan data sensitif mengenai kemampuan pertahanan Rusia untuk diserahkan kepada intelijen Jepang.

FSB bahkan merilis video dramatis penggerebekan tersebut. Sejumlah petugas bertopeng terlihat mendobrak masuk ke sebuah kamar hotel, membanting Imai ke lantai, dan langsung memborgolnya. Sang jurnalis kemudian diterbangkan ke Moskow untuk diproses hukum.

Pengadilan Moskow telah memerintahkan penahanan Imai setidaknya hingga 12 Desember mendatang. Jika terbukti bersalah menjadi mata-mata, ia menghadapi ancaman hukuman penjara yang sangat berat, yakni hingga 20 tahun.

Menanggapi penahanan warganya, Kementerian Luar Negeri Jepang langsung mendesak Rusia agar memberikan perlakuan yang adil. Kedutaan Besar Jepang di Moskow dan Konsulat Jenderal di Yuzhno-Sakhalinsk telah menuntut akses informasi segera dan meminta Moskow menjamin hak-hak kemanusiaan Imai.

BACA JUGA  Dituduh Mata-mata, China Mulai Adili 2 WN Kanada

Di sisi lain, pihak redaksi Hokkaido Shimbun menyatakan masih berupaya memverifikasi detail penangkapan ini. “Menjamin keselamatan jurnalis adalah prioritas utama kami,” tulis pernyataan resmi media tersebut.

Penangkapan Imai menambah daftar panjang warga dari “negara tidak bersahabat” yang ditahan Moskow. Pada 2023, Rusia juga menahan jurnalis AS Evan Gershkovich dengan tuduhan serupa, sebelum akhirnya dibebaskan lewat pertukaran tahanan tahun ini.

Ketegangan Rusia dan Jepang memang terus tereskalasi, tidak hanya karena sanksi Tokyo terhadap Moskow terkait invasi ke Ukraina, tetapi juga buntut panjang sengketa wilayah Kepulauan Kuril peninggalan Perang Dunia II yang tak kunjung usai. (Mun)

TRENDING