Connect with us

DUNIA

Demo Prancis Menular ke Italia, Albania hingga Belgia Ikut Membara

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: akutalitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Gelombang unjuk rasa besar-besaran yang berawal dari Prancis kini memicu efek domino mematikan di Eropa. Pada Sabtu (17/10/2026), krisis biaya hidup dan mahalnya biaya pendidikan memicu kerusuhan massal di Italia, Albania, hingga Belgia. Ribuan massa turun ke jalan, membakar fasilitas umum, dan memicu bentrokan berdarah dengan aparat kepolisian.

Italia: Bentrok Berdarah dan Turis Ketakutan
Kenaikan harga bahan bakar dan krisis biaya hidup memicu amarah warga Italia. Di Milan, Turin, Bologna, dan Roma, aksi damai berujung anarki.

Di Piazza del Duomo, pusat kota Milan, demonstran bertopeng melemparkan alat pemadam kebakaran, bom asap, dan meja kafe ke arah polisi. Aparat membalas keras dengan pentungan dan meriam air. Warga dan wisatawan yang panik terpaksa berlarian mencari tempat sembunyi di toko dan apartemen terdekat. Laporan awal menyebut 50 orang ditangkap, sementara sejumlah demonstran dan petugas kepolisian mengalami luka di kepala.

Perlawanan ini belum akan berhenti. Serikat pekerja CGIL di Roma dan mahasiswa sedaratan Eropa bersiap melumpuhkan jalanan dengan aksi mogok massal pada 20 November mendatang.

Albania: Lima Hari Anarki dan Tembakan Peluru Karet
Situasi paling brutal terjadi di Tirana, Albania. Selama lima hari berturut-turut, ibu kota ini berubah menjadi medan perang. Massa yang menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Edi Rama serta memprotes mahalnya biaya kuliah bertindak beringas.

Molotov beterbangan. Mahkamah Agung, Bank Albania, dan kantor cabang OTP Bank menjadi sasaran pembakaran dan vandalisme. Pasukan khusus RENEA sampai harus membangun barikade di sekitar kantor Perdana Menteri.

Untuk pertama kalinya, kepolisian Albania menembakkan peluru karet ke arah massa—sebuah tindakan ekstrem yang memicu kecaman karena banyaknya demonstran di bawah umur yang berada di garis depan.

Belgia: Mobil Digulingkan di Brussels
Kemarahan kaum muda juga merembet ke Belgia. Ratusan pelajar dan mahasiswa di Brussels mengamuk menolak reformasi dan kenaikan biaya pendidikan.

Slogan antifasis menggema di tengah kekacauan. Demonstran nekat menggulingkan mobil di tengah jalan raya. Polisi merespons dengan tembakan gas air mata dan semprotan meriam air. Situasi yang tak terkendali ini membuat Menteri Dalam Negeri Belgia, Bernard Quintin, geram dan bersumpah akan menggunakan segala cara untuk menindak tegas para perusuh.

Eropa kini berada di jurang krisis sosial yang kian parah.(Mun)

Continue Reading

TRENDING