EKBIS
Hadapi Panen Awal 2026, Bulog Bidik Pemanfaatan Gudang TNI-Polri
AKTUALITAS.ID – Gudang kesatuan TNI Angkatan Darat, Laut dan Udara hingga Polri dipertimbangkan sebagai solusi kolaboratif guna memperkuat sistem cadangan dan distribusi beras selama masa panen awal tahun. Langkah itu juga untuk mendukung stabilitas harga pangan secara nasional.
Langkah sinergis tersebut diharapkan memastikan penyerapan beras berjalan optimal, melindungi petani, serta menjaga ketahanan pangan nasional saat produksi meningkat pada 2026.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan kesiapan menggandeng TNI-Polri dalam pemanfaatan gudang guna menghadapi panen awal 2026 seiring target penyerapan beras nasional yang meningkat sesuai arahan pemerintah.
Rizal menyatakan pihaknya mendapat penugasan dari pemerintah untuk menyerap 4 juta ton gabah setara beras sepanjang tahun 2026. Target itu naik dari tahun sebelumnya 3 juta ton.
“Menghadapi tahun 2026. Bulog sesuai dengan hasil Rakortas (Rapat Koordinasi Terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan) telah diberikan target penyerapan beras 4 juta ton. Dihadapkan dengan 4 juta ton tersebut, kami sudah mengambil langkah-langkah strategis,” kata Rizal, dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan di Universitas Indonesia (UI), Depok, Senin (5/1/2025).
Dengan target itu, Bulog menempuh berbagai langkah strategis, salah satunya pengadaan gudang baru guna memperkuat sistem logistik serta memastikan penyimpanan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tetap aman dan terjaga.
Bulog menargetkan penyediaan gudang berkapasitas minimal 2 juta ton pada Semester I 2026 terutama hingga Februari guna menampung hasil panen raya petani secara optimal di berbagai wilayah sentra produksi nasional.
Dari target pengadaan gudang tersebut, sampai saat ini kesiapan gudang telah mencapai sekitar 1,5 juta ton dan masih berupaya adanya penambahan kapasitas 0,5 ton agar target pengadaan gudang berkapasitas 2 juta ton dapat tersedia sebelum puncak panen.
“Khususnya Semester I 2026 ini, minimal kami harus memiliki gudang stok adalah 2 juta ton. Itu sampai bulan Februari. Sampai dengan hari ini, mencapai 1,5 juta ton. Tinggal menunggu 0,5 juta ton lagi,” beber Rizal.
Upaya pencarian gudang dilakukan secara intensif dengan memetakan berbagai opsi penyimpanan sementara, demi menjamin kelancaran penyerapan gabah dan beras petani di dalam negeri saat memasuki panen raya.
Ia menuturkan apabila kapasitas gudang belum mencukupi Bulog akan memanfaatkan gudang milik TNI dan Polri yang dinilai memiliki fasilitas besar di berbagai daerah strategis untuk mendukung logistik pangan nasional.
“Kami sedang buru gudang-gudang tersebut. Dan gudang-gudang ini apabila nanti memang terpaksa kami tidak dapatkan, kami akan manfaatkan saudara-saudara kami dari TNI-Polri, gudang-gudang kesatuan TNI,” ucapnya.
(Purnomo/goeh)
-
FOTO22/07/2026 19:28 WIBFOTO: Sudaryono Sapa Staf BGN
-
FOTO22/07/2026 22:00 WIBFOTO: Bangun Paulus Tudungta Jalani Sidang Dugaan Pemerasan
-
JABODETABEK22/07/2026 20:00 WIBRefly Harun Ungkap Kronologi Dugaan Pemerasan Bangun Paulus terhadap VL
-
EKBIS22/07/2026 20:15 WIBKementerian PKP Sederhanakan Persyaratan Program Bedah Rumah, Tata Kelola Tetap Terjaga
-
POLITIK22/07/2026 18:30 WIBBawaslu Kampus Connect Dorong Mahasiswa Jadi Agen Literasi Digital Pemilu
-
JABODETABEK22/07/2026 20:35 WIBSidang Dugaan Pemerasan yang Dilakukan Oknum Pengacara Ditunda hingga 10 Agustus
-
NASIONAL22/07/2026 19:00 WIBKuasa Hukum Sony Sonjaya Desak Kejagung Periksa Nanik S Deyang
-
DUNIA22/07/2026 18:00 WIBMedia AS: Trump Kesulitan Lindungi 50 Ribu Tentara

















