Connect with us

EKBIS

IHSG Sempat Naik, Lalu Terjun ke Zona Merah

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini, Senin (7/9/2026), mendadak bikin para trader kelimpungan. Membuka sesi pagi di level 6.652,091, pergerakan indeks langsung menunjukkan grafik roller coaster yang menegangkan sejak menit-menit awal bel pembukaan berbunyi.

Mengacu pada data RTI hingga pukul 09.12 WIB, IHSG sempat mencicipi zona hijau tipis naik 3,25 poin atau 0,05 persen ke level 6.640,020. Namun, angin segar itu tidak bertahan lama. Tak berselang lama, indeks berbalik arah secara drastis dan terjungkal ke zona merah. Tepat pukul 09.05 WIB, IHSG amblas 0,13 persen atau terpangkas 8,7 poin ke posisi 6.627,76.

Tekanan jual mendominasi pasar pagi ini. Sebanyak 286 saham terkapar di zona merah, sementara hanya 226 saham yang sanggup bertahan di zona hijau, dan 204 saham lainnya stagnan. Kendati demikian, aktivitas transaksi tetap mengepul tinggi dengan volume perdagangan mencapai 2,8 miliar saham serta perputaran uang menyentuh angka Rp1,17 triliun, dengan frekuensi transaksi menembus 199.566 kali.

BACA JUGA  Jumat Pagi, IHSG Dibuka Merah

Di tengah badai pelemahan yang melanda mayoritas sektor, segelintir emiten justru membuat kejutan spektakuler. Sektor kesehatan (healthcare) mendadak menjadi pusat perhatian pasar setelah mencetak lonjakan harga paling beringas dan memimpin jajaran top gainer.

Saham PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) menjadi bintang utama setelah melesat brutal 30,56 persen ke level 94. Langkahnya diikuti oleh emiten farmasi PT Phapros Tbk (PEHA) yang meroket 20,13 persen ke posisi 370.

Tidak mau kalah, produsen alat kesehatan PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) turut terbang 19,35 persen ke level 296, disusul emiten pelat merah PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yang merangkak naik 18,18 persen menuju harga 520 per saham. Melejitnya deretan saham kesehatan ini dipicu oleh lonjakan minat pasar yang merespons dinamika ketatnya kebutuhan alat kesehatan serta produk farmasi di dalam negeri. Investor kini dihadapkan pada situasi bimbang: bertahan di tengah ketidakpastian pasar atau memanfaatkan momentum cuan dari sektor kesehatan. (Firman/Mun)

BACA JUGA  IHSG Dibuka Melemah Usai Presiden Trump Umumkan Tarif Impor 32% untuk Indonesia

TRENDING