Connect with us

EKBIS

Jelang Akhir Pekan, IHSG Tancap Gas Tinggalkan Zona Merah

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan jelang akhir pekan di zona hijau, tancap gas menembus level 6.505,32 pada Jumat (18/9/2026) pagi. Penguatan indeks saham domestik ini dikerek oleh manuver korporasi raksasa di sektor batu bara yang memicu euforia di lantai bursa, dipadukan dengan mulai meredanya tekanan di pasar keuangan global.

Bintang utama di balik lonjakan IHSG hari ini adalah saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang langsung meroket 19,96% ke level Rp13.825 pada awal sesi. Lompatan tajam ini terjadi pasca pengumuman rencana pengalihan sekitar 10 miliar saham milik sang pendiri, Low Tuck Kwong dan putrinya Elaine Low, kepada PT Jhonlin Baratama. Perusahaan tersebut merupakan bagian dari Jhonlin Group milik konglomerat Haji Isam.

BACA JUGA  Kamis Pagi, IHSG Dibuka Menguat Tipis di Level 5.245

Aksi korporasi ini memicu efek domino yang menguntungkan. Deretan saham yang terafiliasi dengan kelompok usaha Haji Isam kompak berpesta di awal perdagangan. Saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) melonjak 5,49%, PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) melesat 16,03%, dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) naik 8,96%.

Derasnya aliran dana di awal sesi mencatatkan perputaran transaksi yang sangat dinamis. Berdasarkan data RTI pukul 09.05 WIB, indeks naik 0,66% atau 42,89 poin. IHSG bahkan sempat menyentuh titik tertingginya di 6.521,02. Sebanyak 280 saham menguat menekan 129 saham yang melemah, dengan nilai transaksi (turnover) nyaris menembus Rp1 triliun, tepatnya Rp988,69 miliar dari volume 1,90 miliar lembar saham.

BACA JUGA  Jumat Kelabu, IHSG Anjlok Lebih dari 1%

Gairah bursa domestik ini sejalan dengan angin segar dari pasar global. Bursa Wall Street berhasil bangkit pada perdagangan Kamis, ditandai dengan lonjakan Nasdaq sebesar 1,69% dan S&P 500 yang menguat 1,14%. Aset berisiko kembali dilirik setelah adanya penurunan imbal hasil (yield) US Treasury dan meredanya harga minyak.

Di pasar komoditas, minyak mentah jenis Brent terkoreksi sekitar 1% ke level US$104,82 per barel. Meski turun, harga emas hitam ini masih kokoh di atas level US$100 akibat tingginya tensi geopolitik Timur Tengah. Eskalasi konflik bersenjata antara Arab Saudi dan kelompok Houthi telah menyebabkan lalu lintas kapal komersial di jalur strategis Selat Hormuz anjlok drastis.

BACA JUGA  Awal Pekan, IHSG Pagi Ini Melemah ke 6.3001

Ke depan, pelaku pasar tengah memusatkan perhatian pada kawasan Asia, khususnya menanti rilis data inflasi Jepang. Bursa bersiap merespons langkah Bank of Japan (BoJ) yang diperkirakan segera mengerek suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%. Keputusan ini krusial karena berpotensi merombak peta pergerakan arus modal investor Jepang di pasar global. (Firman/Mun)

TRENDING