EKBIS
IHSG Dibuka Anjlok ke 5.917
AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Kamis (15/10/2026). Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka di zona merah dan terus mengalami pelemahan seiring meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap prospek suku bunga Amerika Serikat.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG turun 25,89 poin atau 0,44 persen ke level 5.917,13. Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga ikut melemah 2,97 poin atau 0,50 persen ke posisi 591,62.
Tekanan jual semakin deras pada menit-menit awal perdagangan. Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.20 WIB, IHSG tercatat merosot 61,328 poin atau 1,03 persen ke level 5.881,696. Sepanjang sesi pagi, indeks bergerak pada rentang tertinggi 5.917 dan terendah 5.879.
Data BEI pada pukul 09.17 WIB juga menunjukkan IHSG jatuh 54,43 poin atau 0,92 persen ke level 5.888,5. Kondisi ini menandakan sentimen negatif masih mendominasi pasar saham domestik.
Mayoritas saham diperdagangkan di zona merah. Sebanyak 448 saham mengalami penurunan harga, sementara hanya 134 saham yang menguat dan 166 saham bergerak stagnan.
Aktivitas perdagangan terbilang ramai. Nilai transaksi hingga pagi mencapai Rp1,729 triliun dengan volume perdagangan mencapai 5,877 miliar saham. Sementara kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.354,242 triliun.
Dalam 17 menit pertama perdagangan, frekuensi transaksi sudah menyentuh 230.535 kali dengan nilai mencapai Rp1,60 triliun dan volume 5,41 miliar saham.
Tekanan di pasar saham Indonesia sejalan dengan pelemahan bursa Asia. Sentimen negatif muncul setelah data inflasi konsumen Amerika Serikat kembali menunjukkan kenaikan yang lebih tinggi dari perkiraan pasar.
Kondisi tersebut meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve berpotensi melanjutkan kebijakan suku bunga tinggi. Kekhawatiran terhadap biaya pinjaman yang lebih mahal langsung memicu aksi jual di berbagai bursa saham dunia.
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang tercatat turun 1,2 persen. Bursa Korea Selatan menjadi yang paling terpukul dengan indeks Kospi anjlok hingga 5,6 persen. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang ikut melemah 1,3 persen.
Analis menilai kombinasi antara penguatan dolar AS, kenaikan imbal hasil obligasi, dan meningkatnya kekhawatiran terhadap kebijakan moneter global masih menjadi faktor utama yang membebani pergerakan saham di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. (Firman/Mun)
-
Berita14/10/2026 21:00 WIBKementerian PKP dan Bappenas Sinkronkan Target Perumahan 2025–2029
-
NUSANTARA15/10/2026 07:30 WIBKabut Asap Makin Parah! Sekolah di Balikpapan Ditutup 3 Hari
-
EKBIS15/10/2026 10:30 WIBRupiah Makin Loyo, Dolar AS Dekati Rp18.000
-
EKBIS14/10/2026 15:30 WIBHashim Ungkap Rencana HP dan Rekening Digital Gratis
-
NUSANTARA14/10/2026 22:00 WIBKapuas Perpanjang Status Karhutla Dua Pekan
-
NASIONAL15/10/2026 10:00 WIB“Bercerai Kawin Lagi!” Candaan Gubernur Kalteng Soal Karhutla Bikin DPR Murka
-
POLITIK14/10/2026 20:00 WIBPKS: Wajar Jika Publik Menuntut Kejelasan soal Gibran
-
NASIONAL15/10/2026 07:00 WIBSahroni Minta MUI Tak Ikut Campur Konser Andrea Bocelli di Borobudur

















