NASIONAL
IM57+ Institute Desak KPK Umumkan Status Wakil Menteri Eddy Hiariej
AKTUALITAS.ID – IM57+ Institute mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar segera mengumumkan status Wakil Menteri Hukum dan HAM, Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej, dalam kasus dugaan korupsi yang sedang ditangani. Ketua IM57+ Institute, M. Praswad Nugraha, menekankan bahwa langkah ini penting karena posisi Eddy yang telah ditunjuk dalam Kabinet Merah Putih di bawah pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
“KPK harus berani mengumumkan secara terbuka apakah Eddy Hiariej terlibat atau tidak dalam proses hukum yang sedang berlangsung,” ujar Praswad, Jumat (25/10/2024). Ia menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh dipengaruhi oleh kepentingan politik.
Praswad mengingatkan bahwa pimpinan institusi negara harus memiliki rekam jejak yang bersih dari isu hukum untuk dapat menjalankan semangat antikorupsi. Ia juga meminta agar KPK segera mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru jika memang alat bukti sudah mencukupi.
Hingga saat ini, KPK belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan kasus yang melibatkan Eddy Hiariej, yang sebelumnya sempat digugurkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun, Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, menegaskan bahwa KPK belum berencana menghentikan penyidikan kasus ini dan tinggal menerbitkan Sprindik baru untuk mencari alat bukti tambahan.
Kasus dugaan suap di Kemenkumham ini melibatkan Eddy Hiariej dan beberapa pihak lainnya, namun penetapan tersangka sebelumnya dinyatakan tidak sah oleh pengadilan karena kurangnya alat bukti. (Yan Kusuma)
-
RIAU13/08/2026 10:30 WIBSabu Diselipkan dalam Celana Jeans, Pria Asal Aceh Diciduk di Bandara
-
NASIONAL13/08/2026 14:00 WIBSaid Iqbal: RUU Ketenagakerjaan Harus Transparan
-
POLITIK13/08/2026 13:00 WIBGolkar Usul Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah
-
RIAU13/08/2026 16:00 WIBBikin Prabowo Terperanjat! Laporan Kapolda Riau Bangun 110 Jembatan Panen Pujian
-
NASIONAL13/08/2026 10:00 WIBMK Putuskan Pasal KUHP Garuda Tak Berlaku
-
DUNIA13/08/2026 15:00 WIBKorban Ebola di Kongo Tembus 2.000 Jiwa
-
DUNIA13/08/2026 12:00 WIBPutin Sebut Eropa Bajak Kargo Rusia
-
NASIONAL13/08/2026 20:00 WIBDasco: Targetkan RUU Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

















