NASIONAL
Presiden Prabowo Tekankan Strategi Transformasi Bangsa
AKTUALITAS.ID – Presiden Prabowo Subianto menggelar acara retret jilid kedua Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
Prabowo menekankan kembali visi besar pemerintahannya yang poin-poinnya terangkum dalam buku “Strategi Transformasi Bangsa”.
Poin-poin substansi dari “Strategi Transformasi Bangsa” itu kemudian dipaparkan kembali dalam Taklimat Awal Tahun 2026 oleh Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh anggota Kabinet Merah Putih, kepala badan, pimpinan lembaga, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan kepala staf dari tiga matra TNI.
Dalam taklimat tersebut, Presiden Prabowo menegaskan kemandirian bangsa di berbagai sektor merupakan salah satu poin mendasar dalam strategi transformasi bangsa.
“Bangsa Indonesia harus mandiri. Tidak ada bangsa yang merdeka bilamana bangsa itu tidak bisa menjamin makan untuk rakyatnya,” kata Presiden kepada jajaran pembantunya di Kabinet dan seluruh pejabat negara yang hadir.
Oleh karena itu, beberapa program prioritas yang dilaksanakan oleh pemerintah untuk membangun kemandirian bangsa itu ialah swasembada pangan dan swasembada energi.
Menurut Presiden, ketergantungan kepada pasokan impor di tengah dinamika konflik global dan ketidakpastian dunia merupakan risiko besar bagi kedaulatan nasional.
“Awalnya adalah beras karena beras adalah makanan pokok kita, tetapi yang dikatakan swasembada pangan adalah tidak hanya beras. Jagung, singkong, dan yang lain-lain. Swasembada pangan artinya adalah karbohidrat dan protein. Kita harus juga swasembada protein,” ujar Prabowo.
Presiden kemudian melanjutkan swasembada energi juga tidak kalah penting dalam upaya membangun kemandirian bangsa.
“Jadi, kalau kita tergantung dengan bangsa lain untuk energi kita, tidak mungkin kita makmur, tidak mungkin kita lepas dari kemiskinan. Sudah-sudah, strategi ini ternyata dibenarkan oleh dinamika dunia. Kita bisa bayangkan, kalau kita tidak swasembada beras, di tengah konflik di mana-mana, sumber impor beras kita tadinya adalah Thailand dan Kamboja, dan Vietnam. Sekarang, Thailand sama Kamboja perang terus, setelah perang, negosiasi, gencatan senjata, damai, meletus (perang, red.) lagi,” kata Presiden Prabowo dalam taklimat awal tahunnya.
(Yan Kusuma/goeh)
-
NASIONAL18/02/2026 06:00 WIBWaka MPR Sebut Imlek 2577 Bukti Demokrasi dan Toleransi Indonesia
-
OLAHRAGA18/02/2026 18:00 WIBLaga Persib vs Ratchaburi Dijaga 2.285 Personel Polisi
-
NASIONAL18/02/2026 19:00 WIB58 Persen Dana Desa Dialokasikan Pemerintah untuk Pembangunan KDMP
-
JABODETABEK18/02/2026 05:30 WIBPrakiraan Cuaca Jabodetabek Rabu 18 Februari 2026: Hujan Sedang hingga Ringan
-
FOTO18/02/2026 15:49 WIBFOTO: Eastspring Jalin Kemitraan Strategis dengan Bahana Sekuritas
-
POLITIK18/02/2026 10:00 WIBKritik Koalisi Permanen Golkar, Pengamat: Berisiko Tumpulkan Fungsi DPR dan Demokrasi
-
OASE18/02/2026 05:00 WIBSurah Al-Qari’ah: Dahsyatnya Hari Kiamat dan Timbangan Amal Manusia
-
OTOTEK18/02/2026 13:30 WIBLonjakan Transaksi Kripto dalam Jaringan Perdagangan Manusia

















