NASIONAL
Pasok Pakan-Energi Etanol, Mentan dan Polri Perkuat Produksi Jagung
AKTUALITAS.ID – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memperkuat produksi jagung nasional guna menjamin pasokan bahan baku pakan ternak sekaligus mendukung pengembangan energi alternatif berbasis bioetanol di dalam negeri.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi atas kontribusi Polri atas dukungan dalam meningkatkan produksi jagung nasional melalui sinergi program penanaman dan penguatan sektor pangan nasional.
Menurut Mentan kolaborasi tersebut mampu mendorong peningkatan produksi jagung nasional yang mencapai tambahan sekitar 1 juta ton, capaian yang tidak mudah diraih tanpa dukungan berbagai pihak.
Ia menegaskan peningkatan produksi itu turut berdampak pada penguatan ketersediaan bahan baku pakan, bahkan saat ini Indonesia telah mencapai kondisi tanpa impor pakan berbasis jagung.
Selain itu, impor jagung untuk kebutuhan industri juga berhasil ditekan signifikan, dari sebelumnya sekitar 1,4 juta ton menjadi sekitar 800 ribu ton dalam periode terakhir.
“Kita swasembada pakan, nol persen impor, berita baiknya nol persen impor. Kemudian untuk industri turun dari 1,4 juta ton turun menjadi 800 ton. Berarti juga naik (produksi dalam negeri), turun impornya (jadi) 800 ribu ton,” jelas Amran, Rabu (11/3/2026).
Amran menilai capaian tersebut merupakan prestasi penting yang menunjukkan keberhasilan sinergi antara pemerintah dan Kepolisian dalam memperkuat produksi jagung sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor komoditas tersebut.
Terkait rencana pemanfaatan jagung sebagai bahan baku energi etanol, Amran tidak memberi keterangan mendalam, namun dia menyatakan pemerintah masih dalam tahap proses lebih lanjut sebelum implementasi kebijakan tersebut dilakukan.
“Tunggu, kita masih proses,” kata Amran.
Sementara itu, Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia Irjen Pol Anwar mengatakan mengatakan kolaborasi tersebut difokuskan pada peningkatan luas tanam jagung melalui optimalisasi lahan, modernisasi alat pertanian, penyediaan benih unggul, pupuk, hingga penguatan sistem penyerapan hasil panen dari hulu sampai hilir.
“Tadi kita sudah diskusikan dengan Pak Menteri (Pertanian Andi Amran Sulaiman), ke depan kita akan melaksanakan optimalisasi itu, mudah-mudahan 1 juta hektare (penanaman jagung) tercapai. Dan nanti selain untuk pakan, nanti juga bisa digunakan untuk energi. Intinya itu,” kata Anwar usai bertemu Mentan Amran di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Anwar menuturkan Polri berkomitmen aktif dalam mendorong peningkatan produksi jagung nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan nasional.
Ia menjelaskan agenda pembahasan bersama Kementerian Pertanian menitikberatkan pada optimalisasi program penanaman jagung nasional dari tahun 2025 menuju 2026 dengan target peningkatan luas tanam signifikan.
Sebelumnya, kata dia, Polri menargetkan penanaman jagung seluas 1 juta hektare di 2025. Namun realisasi penanaman baru mencapai sekitar 650 ribu hektare, sehingga berbagai langkah percepatan kini terus dilakukan termasuk koordinasi dengan Kementerian Pertanian.
Menurut Anwar, upaya percepatan dilakukan melalui penguatan dukungan dari hulu hingga hilir, termasuk modernisasi alat pertanian, penyediaan bibit unggul, pupuk, serta penguatan sistem penampungan dan penjualan hasil panen.
Ke depan, Polri menargetkan luas penanaman jagung dapat mencapai bahkan melampaui 1 juta hektare melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan kementerian, aparat, petani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Anwar menjelaskan sejumlah kendala yang dihadapi dalam program tersebut antara lain faktor bencana alam, anomali cuaca, serta kondisi lahan yang beragam mulai dari wilayah pegunungan hingga lahan sawah.
Meski demikian, koordinasi dengan Kementerian Pertanian terus dilakukan untuk mengatasi berbagai hambatan tersebut, termasuk percepatan penyediaan alat pertanian seperti traktor dan alat tanam guna meningkatkan produktivitas petani.
Selain untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak nasional, peningkatan produksi jagung juga diarahkan mendukung pengembangan energi alternatif berbasis etanol sebagai bagian dari upaya diversifikasi energi nasional.
Program penanaman jagung tersebut dilakukan melalui berbagai pola kerja sama, mulai dari pembinaan kelompok tani, kemitraan dengan program perhutanan sosial, kolaborasi dengan lembaga swadaya masyarakat, hingga pemanfaatan lahan milik masyarakat.
Adapun hasil panen jagung dari program tersebut akan diserap melalui mekanisme penyerapan oleh Perum Bulog, guna menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas jagung nasional.
(Ari Wibowo/goeh)
-
PAPUA TENGAH11/03/2026 12:11 WIBPenembakan di Area Tambang Grasberg Mimika, 1 Karyawan Freeport Tewas
-
FOTO11/03/2026 16:39 WIBFOTO: AHY Beri Bantuan Sosial untuk Ojol dan Warga Tionghoa di Masjid Babah Alun
-
PAPUA TENGAH11/03/2026 20:28 WIBKronologi Penembakan di Grasberg Freeport Indonesia
-
RIAU11/03/2026 15:45 WIBPangdam Tuanku Tambusai dan Kapolda Riau Kompak Tutup TMMD ke-127
-
PAPUA TENGAH11/03/2026 17:45 WIBPenembakan di Grasberg Tewaskan Karyawan, PTFI Sampaikan Duka Mendalam
-
OASE11/03/2026 05:00 WIBSurah Ash-Sharh: Janji Kemudahan di Balik Kesulitan
-
JABODETABEK11/03/2026 05:30 WIBBMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cenderung Berawan
-
POLITIK11/03/2026 11:30 WIBGus Hilmy Soroti RI di Board of Peace, Ingatkan Dampak Politik Nasional

















