Connect with us

NASIONAL

Eddy Soeparno Dorong Investasi EBT di Hadapan Petinggi Temasek

Aktualitas.id -

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Upaya Indonesia mempercepat transisi energi bersih kembali mendapat sorotan internasional setelah Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno melakukan pertemuan strategis dengan petinggi lembaga investasi global Temasek Holdings di sela agenda Ecosperity Week 2026 di Singapura.

Pertemuan tersebut membahas peluang investasi besar di sektor energi baru terbarukan (EBT) Indonesia, mulai dari energi surya, bayu, hidro, hingga panas bumi yang diproyeksikan menjadi tulang punggung ekonomi hijau nasional.

Dalam pertemuan dengan Kepala Kebijakan Internasional dan Tata Kelola Temasek, Ashok Mirpuri, Eddy memaparkan arah kebijakan energi Indonesia yang kini fokus pada percepatan transisi menuju ekonomi rendah karbon.

“Sektor energi surya, bayu, hidro dan panas bumi menjadi prioritas pemerintah ke depan sebagai bagian dari komitmen pembangunan ekonomi berkelanjutan,” ujar Eddy dalam keterangan, Selasa (19/5/2026).

BACA JUGA  Bertemu Tony Blair, Pimpinan MPR Bahas Masa Depan Energi Indonesia hingga Pembangkit Nuklir

Ia menegaskan bahwa seluruh pengembangan energi tersebut akan tetap mengedepankan prinsip dekarbonisasi dan keberlanjutan lingkungan.

Dari pihak Temasek, Ashok Mirpuri menyampaikan ketertarikan kuat untuk memperluas investasi di sektor energi terbarukan Indonesia. Beberapa unit usaha seperti Keppel Corporation dan Sembcorp Industries disebut telah aktif dalam proyek energi bersih di kawasan Asia.

“Temasek membuka peluang selebar-lebarnya untuk proyek energi terbarukan di Indonesia, termasuk waste to energy yang tengah dikembangkan pemerintah,” ujarnya.

Pada kesempatan terpisah di hari yang sama, Eddy juga bertemu CEO Temasek, Dilhan Pillay Sandrasegara dalam jamuan pembukaan Ecosperity Week. Pertemuan itu membahas dinamika global perubahan iklim dan strategi investasi hijau jangka panjang.

BACA JUGA  Wakil Ketua MPR Dukung Diplomasi Prabowo di KTT BRICS sebagai 'Bridge-Builder' dan Climate Leader

Eddy turut memaparkan regulasi baru Indonesia, termasuk Perpres 110/2025 yang menjadi fondasi pengembangan pasar karbon nasional.

Ia juga menyinggung dorongan DPR terhadap pembahasan RUU Pengelolaan Perubahan Iklim sebagai payung hukum komprehensif dalam penanganan krisis iklim.

Sementara itu, Temasek menegaskan komitmennya untuk berinvestasi secara bertanggung jawab dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dan tata kelola yang baik, sekaligus membuka peluang kerja sama lebih luas di Indonesia.

Ecosperity Week 2026 sendiri dikenal sebagai salah satu forum kebijakan iklim terbesar di Asia Tenggara, tempat para pemimpin negara, investor global, dan pembuat kebijakan membahas arah transisi energi masa depan. (Mun)

TRENDING