Connect with us

NASIONAL

Kemnaker Bentuk Tim Khusus Tangani Konflik Buruh PT Epson

Aktualitas.id -

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menerima perwakilan F-SPGI saat aksi damai terkait perselisihan hubungan industrial di PT Indonesian Epson Industry, Senin (25/05/2026).
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menerima perwakilan F-SPGI saat aksi damai terkait perselisihan hubungan industrial di PT Indonesian Epson Industry, Senin (25/05/2026). AKTUALITAS.ID/HO-Humas Kemenaker

AKTUALITAS.ID – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan tim khusus untuk menindaklanjuti perselisihan hubungan industrial di PT Indonesian Epson Industry (IEI). Langkah ini dilakukan menyusul aksi damai Federasi Serikat Pekerja Global Indonesia (F-SPGI) di depan kantor Kemnaker, Jakarta, Senin (25/05/2026).

Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, mengatakan pemerintah akan melakukan pembinaan sekaligus pemeriksaan terkait dinamika hubungan industrial di perusahaan tersebut melalui tim khusus dan pengawasan ketenagakerjaan.

“Kami sudah menerima 11 perwakilan F-SPGI dan mendengarkan seluruh aspirasi yang disampaikan. Kemnaker akan menurunkan tim khusus untuk melakukan pembinaan, serta menerjunkan Tim Pengawasan Ketenagakerjaan guna melakukan pemeriksaan. Semoga dapat diperoleh keputusan terbaik dari perselisihan ini,” ujar Afriansyah Noor, Senin (25/05/2026).

Aksi damai yang dilakukan F-SPGI memuat sejumlah tuntutan, mulai dari dugaan union busting, pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), penegakan isi Perjanjian Kerja Bersama (PKB), hingga perlindungan terhadap 12 pekerja yang disebut terdampak persoalan PKWT.

Afriansyah menegaskan pemerintah memberi perhatian serius terhadap penyelesaian konflik hubungan industrial tersebut, termasuk mencari jalan keluar terbaik bagi para pekerja yang terdampak.

“Pemerintah akan mendorong penyelesaian terbaik bagi 12 pekerja yang menjadi bagian dari perselisihan ini. Tentu ini bukan persoalan mudah, tetapi mudah-mudahan dapat tercapai kesepakatan,” katanya.

Kemnaker juga berharap penyelesaian konflik dapat memperkuat hubungan industrial yang sehat antara serikat pekerja, manajemen PT IEI, dan pemerintah. Seluruh proses penanganan dipastikan berjalan transparan dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik.

Sementara itu, Presiden F-SPGI Abdul Bais mengapresiasi respons cepat Kemnaker dalam menerima aspirasi pekerja serta komitmen pemerintah mengawal penyelesaian perselisihan di perusahaan tersebut. (*)

TRENDING

Exit mobile version