Connect with us

NASIONAL

KPK Dalami Pembelian ATG dalam Kasus Korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina

Aktualitas.id -

gedung kpk

AKTUALITAS.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi proyek digitalisasi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) PT Pertamina (Persero). Kali ini, penyidik mendalami proses pembelian automatic tank gauge (ATG), sistem pemantauan volume bahan bakar yang menjadi bagian dari proyek tersebut.

Pendalaman dilakukan saat KPK memeriksa Business Development PT Sempurna Global Pertama berinisial LJ sebagai saksi pada Rabu (17/6/2026).

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan pemeriksaan tersebut bertujuan mengumpulkan informasi mengenai pengadaan perangkat yang digunakan dalam program digitalisasi SPBU.

“Penyidik memeriksa saksi untuk pendalaman informasi terkait pembelian ATG dalam proyek digitalisasi SPBU,” kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Menurut Budi, pengadaan ATG menjadi salah satu fokus penyidikan selain pengadaan mesin electronic data capture (EDC) yang sebelumnya juga masuk dalam lingkup perkara.

KPK memulai penyidikan kasus dugaan korupsi digitalisasi SPBU Pertamina periode 2018 hingga 2023 sejak September 2024. Sejak awal 2025, sejumlah saksi dari berbagai pihak telah diperiksa untuk mengungkap mekanisme proyek dan aliran dana yang diduga bermasalah.

Penyidik juga telah menetapkan tiga orang tersangka dalam perkara tersebut. Namun identitas seluruh tersangka belum diumumkan secara lengkap kepada publik.

Pada Agustus 2025, KPK menyatakan penyidikan memasuki tahap akhir dan tengah berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menghitung kerugian negara.

Perkembangan perkara kembali mengemuka pada Oktober 2025 ketika KPK mengungkap salah satu tersangka merupakan Elvizar, yang juga terseret dalam kasus dugaan korupsi pengadaan mesin EDC di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk periode 2020 hingga 2024.

Saat proyek digitalisasi SPBU berjalan, Elvizar diketahui menjabat Direktur PT Pasifik Cipta Solusi. Dalam perkara pengadaan EDC BRI, ia menjabat direktur utama perusahaan yang sama.

Selain Elvizar, berdasarkan informasi yang berkembang dalam proses penyidikan, dua tersangka lain berasal dari kalangan mantan petinggi dan pegawai Telkom yang masing-masing berinisial DR dan WR.

“Penyidikan terus dilakukan untuk melengkapi alat bukti dan mengungkap seluruh pihak yang bertanggung jawab dalam perkara ini,” ujar Budi.

TRENDING

Exit mobile version