NUSANTARA
Pemkab Kudus Bangun Fasilitas RDF Rp4,2 Miliar untuk Atasi Krisis Sampah Plastik
AKTUALITAS.ID – Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tengah merampungkan pembangunan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) senilai Rp4,2 miliar di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo. Fasilitas pengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif itu digadang-gadang menjadi solusi strategis untuk mengurangi beban sampah non-organik, khususnya plastik.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris saat meninjau progres pembangunan, Kamis, mengatakan instalasi RDF yang kini telah mencapai 85 persen tersebut diproyeksikan mampu mengolah hingga 2,5 ton sampah per jam. Dari kapasitas itu, TPA akan menghasilkan RDF dalam jumlah besar untuk kebutuhan industri semen.
“Bangunan RDF ini adalah bukti komitmen Pemkab Kudus dalam menyelesaikan persoalan sampah. TPA Jekulo sudah beroperasi hampir 35 tahun dan kondisinya overload, sehingga kami mencari cara pengolahan yang lebih efisien dari desa sampai TPA,” ujar Sam’ani.
Ia menekankan, keberhasilan teknologi RDF bertumpu pada kedisiplinan masyarakat dalam memilah sampah dari rumah. Sampah anorganik akan dikeringkan, dipres, lalu dijual sebagai RDF yang sudah memiliki pembeli tetap.
“Kami sudah bekerja sama dengan PT Semen Indonesia Gresik. RDF yang memenuhi standar kadar air akan dibeli untuk kebutuhan pembakaran silo. Target kami pertengahan Desember pembangunan selesai 100 persen, dan awal Januari sudah mulai operasi,” katanya.
Selain dengan industri semen, Pemkab Kudus juga menjalin kolaborasi dengan PT Pura yang memproduksi RDF serta PT Djarum yang mengolah sampah organik menjadi pupuk. Kerja sama lintas sektor itu diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam mengurangi penumpukan sampah.
Menanggapi kekhawatiran bau tidak sedap seperti yang terjadi pada fasilitas RDF di Jakarta, Sam’ani memastikan kondisi serupa tidak akan terjadi di Jekulo.
“Lokasinya berada di dalam TPA, jauh dari permukiman. Sampah langsung diolah dan dikeringkan, tidak dibiarkan membusuk sehingga tidak menimbulkan bau menyengat,” tegasnya.
Ia juga mendorong desa memanfaatkan anggaran TKD yang kini mencapai Rp50 juta untuk memperkuat sarana pengangkutan sampah. Dukungan media turut diminta untuk mengampanyekan pemilahan sampah hingga tingkat RT.
Saat ini, TPA Tanjungrejo menerima sekitar 200 ton sampah per hari di lahan seluas 5,25 hektare yang tidak pernah diperluas sejak 1983. Melalui teknologi RDF, Pemkab berharap terjadi pengurangan sampah signifikan serta terciptanya nilai ekonomi baru dari limbah.
“Harapan kami Januari–Februari sudah bisa memasok RDF ke PT Semen. Sampah harus menjadi sesuatu yang berharga. Masalah harus diselesaikan tanpa menimbulkan masalah baru,” ujar Sam’ani. (ARI WIBOWO/DIN)
-
JABODETABEK26/04/2026 20:00 WIBGerakan Pangan Murah, Perkuat Daya Beli Masyarakat
-
DUNIA26/04/2026 18:00 WIBPelaku Penembakan Mengaku Incar Pejabat AS di Acara Trump
-
OASE27/04/2026 05:00 WIBIni Alasan Nabi Tolak Tawaran ‘Tukar Sembah’ Kaum Quraisy
-
DUNIA27/04/2026 15:00 WIBIbu Hamil Kembar & Anak-Anaknya Tewas Dibom Israel
-
RAGAM27/04/2026 00:01 WIBOTW Pestapora 2026 Buka Selebrasi, Tukar Setlist Lintas Generasi Siap Guncang Jakarta
-
OLAHRAGA26/04/2026 19:00 WIBPiala Uber 2026, Tiwi/Fadia Perlebar Keunggulan Indonesia atas Kanada 3-1
-
EKBIS26/04/2026 22:00 WIBTol Cipularang dan Padaleunyi Kembali di Lakukan Pemeliharaan
-
RAGAM27/04/2026 06:00 WIBNasDem: Threshold Nasional Bisa Hapus Kursi di Daerah

















