Connect with us

NUSANTARA

Ratusan Siswa & Guru Keracunan MBG di Temanggung

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

ALTUALITAS.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Temanggung berubah menjadi kepanikan massal. Ratusan siswa dan guru dari delapan sekolah mendadak mengalami diare, mual, muntah, hingga pusing usai menyantap menu MBG berupa nasi kuning dan lauk pendamping. Sejumlah korban bahkan harus dilarikan ke rumah sakit akibat kondisi yang memburuk.

Kasus dugaan keracunan massal mengguncang Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Sebanyak 222 siswa dan guru dari delapan sekolah dilaporkan mengalami gangguan pencernaan usai menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Korban berasal dari jenjang TK hingga SMK yang menerima distribusi makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tlogorejo. Gejala mulai muncul beberapa jam setelah makanan dikonsumsi pada Senin (18/5/2026).

Keluhan yang dialami korban bervariasi, mulai dari sakit perut, mual, muntah, pusing, hingga diare berat. Beberapa korban bahkan harus menjalani perawatan intensif di RSUD Temanggung dan Rumah Sakit Gunung Sawo.

Menu MBG yang dibagikan pada hari kejadian terdiri dari nasi kuning, telur dadar, abon, tempe orek, mentimun, tomat, dan semangka.

Guru SMPN 4 Temanggung, Ismu Alim, menjelaskan paket makanan diterima sekolah sekitar pukul 10.00 WIB sebelum dibagikan kepada ratusan siswa.

“Pada Selasa pagi banyak siswa mulai izin tidak masuk sekolah karena mengalami diare, sakit perut, mual, muntah, dan pusing,” ujar Ismu kepada wartawan, Jumat (22/5/2026).

Awalnya laporan korban terus berdatangan melalui grup koordinasi sekolah. Situasi kemudian berkembang menjadi kondisi darurat kesehatan setelah sejumlah siswa dan guru harus menjalani perawatan rumah sakit.

Dua siswa SMPN 4 Temanggung dilaporkan dirawat di rumah sakit. Tak lama kemudian, seorang guru juga harus dilarikan ke RSUD Temanggung akibat diare parah yang dialami sejak dini hari.

Pihak sekolah kemudian melakukan pendataan digital melalui Google Form untuk memetakan jumlah korban terdampak.

Hasil pendataan pertama mencatat 248 siswa dan guru mengalami gejala gangguan pencernaan. Setelah verifikasi ulang dilakukan bersama data dari SPPG Tlogorejo, jumlah akhir korban tercatat mencapai 232 murid serta 16 guru dan tenaga administrasi sekolah.

Mayoritas korban mengalami gejala yang hampir sama, yakni sakit perut, diare, mual, muntah, hingga pusing setelah menyantap MBG.

Kasus ini langsung memicu perhatian publik karena melibatkan program makanan sekolah dalam skala besar dan berdampak pada ratusan pelajar.

Hingga Jumat (22/5/2026), dilaporkan masih ada guru yang menjalani perawatan di RSUD Temanggung dan belum diperbolehkan pulang oleh tim medis.

Sementara itu, pihak terkait masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut, termasuk pemeriksaan terhadap menu makanan yang dibagikan kepada siswa dan guru. (Kusuma/Mun)

TRENDING