Connect with us

NUSANTARA

Anak Kepala Daerah dan Selebgram Diciduk Pesta Narkoba di Riau

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Razia gabungan antinarkoba di Kota Pekanbaru, Riau, menggegerkan publik setelah aparat mengamankan 13 orang dari sebuah tempat hiburan malam. Dari belasan orang tersebut, terdapat seorang pria berinisial AF yang disebut-sebut merupakan anak kepala daerah, serta seorang selebgram yang juga ikut diamankan.

Operasi gabungan yang melibatkan aparat POM TNI dan Propam Kepolisian Daerah Riau dilakukan saat dugaan aktivitas pesta narkoba berlangsung di lokasi hiburan malam tersebut.

Kapolresta Pekanbaru Polresta Pekanbaru, Kombes Muharman, mengatakan seluruh 13 orang yang diamankan telah diserahkan untuk proses lebih lanjut.

“Terhadap 13 orang penyalahgunaan narkotika ini, diserahkan ke Polresta Pekanbaru,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).

Dari hasil pendataan, para terduga terdiri dari delapan laki-laki dan lima perempuan yang berasal dari sejumlah daerah di Riau, termasuk Pekanbaru, Kampar, dan Pelalawan.

Nama-nama yang diamankan di antaranya AF (21), KS (32), RR (22), GFA (23), hingga IRF (22). Sementara dari kelompok perempuan terdapat FA (23), RR (23), SAP (22), ARS (23), dan SA (23). Salah satu di antaranya, SA, diketahui merupakan selebgram dengan nama alias “Cut Salsa”.

Dalam penggeledahan, aparat menyita sejumlah barang bukti berupa ganja kering serta cairan yang diduga etomidate. Namun pihak kepolisian menyebut barang bukti masih menjalani pemeriksaan laboratorium.

“Barang bukti masih berada di laboratorium, sehingga tidak bisa kami tampilkan,” kata Muharman.

Setelah diamankan, seluruh terduga langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk pemeriksaan urine. Hasilnya, seluruh 13 orang dinyatakan positif narkotika dengan berbagai jenis zat.

“Sebagian positif ganja, selebihnya positif etomidate,” jelasnya.

Menariknya, aparat belum membuka secara rinci latar belakang seluruh pelaku, termasuk dugaan keterlibatan anak pejabat berinisial AF.

“Untuk latar belakang pelaku, maaf kami tidak bisa menjawab,” tambah Muharman.

Penanganan kasus ini kini dilanjutkan oleh Tim Asesmen Terpadu (TAT) yang melibatkan unsur kepolisian, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK), kejaksaan, serta tenaga medis untuk menentukan langkah hukum maupun rehabilitasi.

Kepala BNNK Pekanbaru, Badan Narkotika Nasional Kota Pekanbaru, Kombes Wawan Setiawan, menyebut hasil asesmen menunjukkan satu orang akan diproses hukum lebih lanjut, satu orang menjalani rawat inap, sementara 11 lainnya direkomendasikan rehabilitasi jalan.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik karena melibatkan nama-nama yang disebut berasal dari kalangan anak pejabat hingga figur publik media sosial, sekaligus kembali menyoroti maraknya penyalahgunaan narkotika di lingkungan hiburan malam. (Kusuma/Mun)

TRENDING