OASE
Kenapa Nabi Muhammad Tidak Berhaji Berkali-kali?
AKTUALITAS.ID – Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan sekali seumur hidup bagi umat Muslim yang mampu. Ketentuan ini ditegaskan dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Surah Ali Imran ayat 97.
Namun menariknya, Nabi Muhammad SAW sebagai teladan umat justru hanya menunaikan ibadah haji satu kali sepanjang hidupnya. Haji tersebut dikenal sebagai Haji Wada, yang dilaksanakan pada tahun 10 Hijriah atau 632 M.
Kewajiban Haji dan Kondisi Awal Islam
Secara historis, kewajiban haji mulai disyariatkan sekitar tahun 6 Hijriah. Namun saat itu kondisi politik belum memungkinkan karena kota Makkah masih berada di bawah kekuasaan kaum musyrikin.
Peristiwa penting seperti Perjanjian Hudaibiyah menjadi titik awal terbukanya akses umat Islam ke Makkah. Meski begitu, Nabi tidak langsung melaksanakan haji.
Alasan Nabi Tidak Berhaji di Tahun 8 dan 9 Hijriah
Setelah peristiwa Fath Makkah pada tahun 8 Hijriah, sebenarnya Nabi memiliki kesempatan untuk berhaji. Namun, beliau memilih menunda.
1. Tahun 8 Hijriah: Fokus Konsolidasi Umat
Setelah pembebasan Makkah, Nabi memprioritaskan penataan masyarakat, menghancurkan berhala di Ka’bah, serta memperkuat fondasi tauhid. Stabilitas sosial dan keagamaan menjadi fokus utama dibandingkan pelaksanaan haji.
2. Tahun 9 Hijriah: Tahun Delegasi
Pada tahun ini, berbagai kabilah dari seluruh Jazirah Arab datang ke Madinah untuk menyatakan keislaman mereka. Nabi memilih tetap di Madinah untuk menerima, membimbing, dan mengedukasi para utusan. Periode ini dikenal sebagai Tahun Delegasi, yang menjadi momentum penting dalam ekspansi dakwah Islam.
Haji Wada: Haji Pertama dan Terakhir
Baru pada tahun 10 Hijriah, Nabi Muhammad SAW mengumumkan akan menunaikan ibadah haji. Pengumuman ini disambut antusias oleh umat Islam dari berbagai penjuru.
Dalam haji tersebut, Nabi memberikan khutbah yang berisi pesan-pesan penting tentang persatuan, keadilan, dan hak asasi manusia. Karena itu, Haji Wada tidak hanya menjadi ibadah, tetapi juga momentum penyempurnaan ajaran Islam.
Keputusan Nabi untuk hanya berhaji sekali mengandung banyak hikmah. Selain menegaskan bahwa haji memang wajib sekali seumur hidup, hal ini juga menunjukkan prioritas beliau dalam membangun umat dan menyebarkan dakwah.
Nabi menempatkan kepentingan umat di atas ibadah pribadi yang bersifat sunnah, sekaligus memberikan contoh keseimbangan antara ibadah dan tanggung jawab sosial. (Mun)
-
RAGAM04/10/2026 15:35 WIBAzka Corbuzier Debut Akting Lewat Home, Almost, Tayang Perdana di New York
-
DUNIA04/10/2026 15:00 WIB1.540 Milisi Houthi Tumbang Dihantam 474 Serangan Militer Yaman
-
POLITIK04/10/2026 14:00 WIBTB Hasanuddin Ingatkan Saleh Mustafa soal Rangkap Jabatan
-
NUSANTARA04/10/2026 13:30 WIBBMKG Bongkar Penyebab Udara Makassar Mendadak Tak Sehat
-
NASIONAL04/10/2026 19:00 WIBBMKG Bongkar Peta Musim Hujan 2026/2027
-
EKBIS04/10/2026 16:00 WIBMenhub Buka Masalah Impor KRL Bekas Jepang
-
OTOTEK04/10/2026 14:30 WIBWaspada! 6 Tanda WhatsApp Anda Disadap
-
JABODETABEK05/10/2026 06:30 WIBCek 5 Titik SIM Keliling Jakarta Senin Ini Sebelum Kena Tilang
















