PAPUA TENGAH
Toko Emas Tutup, Pendulang Blokade Pertigaan PIN Seluler Timika
AKTUALITAS.ID – Puluhan pendulang emas tradisional memblokade jalan di pertigaan PIN Seluler, perbatasan Jalan Ahmad Yani dan Jalan Leo Mamiri, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu, (28/2/2026), sekitar pukul 19.26 WIT. Aksi itu sempat melumpuhkan arus lalu lintas di jalur utama kota.
Pantauan Aktualitas.id di lokasi, massa membakar ban di tengah jalan dan menutup akses menggunakan batu serta kayu. Kendaraan dari dua arah terpaksa berhenti. Sejumlah pengendara memilih memutar arah untuk menghindari kemacetan.
Aksi palang jalan dilakukan sebagai protes terhadap toko emas yang selama ini membeli hasil tambang mereka. Para pendulang kecewa karena toko tersebut tidak lagi menerima pembelian emas.
Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman mengatakan informasi awal yang diterima kepolisian menyebut pembeli emas kehabisan dana.
“Jadi informasi yang kami dapat itu dari pembeli emas kehabisan dana untuk membeli emas dari para pendulang,” ujar Billyandha saat ditemui di lokasi.
Polisi langsung melakukan pendekatan persuasif untuk meredam situasi. Aparat juga disiagakan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
“Kita juga tetap mensiagakan anggota apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata dia.
Menjelang malam, palang dibuka setelah negosiasi antara aparat dan massa berlangsung. Polisi tetap berjaga di sekitar pertigaan untuk memastikan kondisi kondusif dan mencari solusi atas persoalan yang memicu aksi tersebut. (Ahamad)
-
POLITIK22/07/2026 23:00 WIBBawaslu Petakan Kerawanan Pemilu 2029 dan Perkuat Pengawas
-
NASIONAL23/07/2026 15:00 WIBResmi Jadi Kepala BGN, Sudaryono Kini Rangkap Tiga Jabatan
-
RAGAM23/07/2026 15:30 WIBDokter Peringatkan 3 Kebiasaan yang Tingkatkan Risiko Kanker Payudara
-
RIAU23/07/2026 12:00 WIBLAMR Bengkalis Perkuat Persatuan Lewat Gotong Royong Sambut Kenduri Adat
-
OASE23/07/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Singgung Rahasia Air di Tubuh Manusia
-
POLITIK23/07/2026 10:00 WIBYusril Bantah Deportasi WN Palestina Bermotif Politik
-
EKBIS23/07/2026 09:30 WIBIHSG Bangkit Lagi
-
EKBIS23/07/2026 10:30 WIBRupiah Tumbang ke Rp17.910/US$

















