POLITIK
Bawaslu Daerah Berpotensi Menjadi Ad Hoc: Ancaman bagi Kelembagaan Pemilu
AKTUALITAS.ID – Direktur Eksekutif Citra Institute, Yusak Farchan, mengungkapkan keprihatinannya terkait wacana menjadikan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di tingkat daerah sebagai ad hoc, jika pemilihan kepala daerah (Pilkada) dilakukan oleh DPRD.
Pernyataan ini disampaikan dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi di Media Center Bawaslu RI pada Selasa (14/1/2025).
Yusak menilai bahwa jika kepala daerah dipilih oleh DPRD, hal ini dapat mengakibatkan pengubah status Bawaslu di tingkat daerah menjadi ad hoc, yang berpotensi memperlemah kelembagaan pengawasan Pemilu. “Justru akan mengerdilkan atau tidak memperkuat kelembagaan Bawaslu,” ujar Yusak.
Dia menjelaskan, wacana ini bermula dari anggapan bahwa pemilihan kepala daerah secara langsung memerlukan biaya yang sangat tinggi. Namun, Yusak menegaskan bahwa pemilihan melalui DPRD juga memiliki risiko tersendiri. “Partai-partai politik ini kan pintar-pintar juga.
Jika dipilih oleh DPRD, katakanlah dia cuma butuh suara separuhnya, bisa saja harga satu suara mencapai miliaran rupiah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yusak memperingatkan bahwa menjadikan penyelenggara Pemilu di daerah sebagai ad hoc akan mempunyai dampak negatif yang luas. “Jadi efeknya sangat dahsyat dan ada kaitannya dengan isi kelembagaan,” tutup Yusak.
Dengan kondisi ini, masyarakat diharapkan lebih kritis dan memahami implikasi dari perubahan sistem pemilihan kepala daerah yang dikhawatirkan dapat melemahkan kualitas demokrasi di Indonesia. (Damar Ramadhan)
-
NASIONAL19/06/2026 10:00 WIBMengapa KPK Tak Berani Periksa Utusan Khusus Presiden Ini?
-
FOTO19/06/2026 11:32 WIBFOTO: Pertamina Grand Prix 2026 Siap Digelar di Mandalika
-
NUSANTARA19/06/2026 13:00 WIBBMKG Puncak Kemarau 2026 Juli September
-
POLITIK19/06/2026 09:00 WIBPKB Desak PDIP Tentukan Sikap Politik
-
EKBIS19/06/2026 12:00 WIBMulai 1 Juli! Beli Dolar Kini Dibatasi BI
-
JABODETABEK19/06/2026 08:30 WIBKomplotan Rampok Menteng Hujam Leher Korban 7 Kali demi Emas 500 Gram
-
EKBIS19/06/2026 09:30 WIBIHSG Sempat Bangkit, Lalu Balik Melemah
-
EKBIS19/06/2026 10:30 WIBDolar AS Menggila Hancurkan Mata Uang Garuda

















