POLITIK
Demokrat Satu Komando, Dede Yusuf Tegaskan Keputusan Hanya Lewat AHY
AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Demokrat, Dede Yusuf Macan Effendi, angkat bicara merespons spekulasi adanya dualisme kepemimpinan atau istilah “matahari kembar” di internal partainya. Isu ini mencuat pasca-arahan Ketua Majelis Tinggi Partai, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dalam acara internal partai pada Senin (12/1/2026) lalu.
Dede Yusuf menegaskan bahwa tidak ada dualisme di tubuh partai berlambang bintang mercy tersebut. Ia memastikan seluruh keputusan strategis partai tetap berada di tangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku Ketua Umum.
Kepada awak media di Jakarta, Rabu (14/1/2026), Dede menjelaskan konteks kehadiran dan arahan SBY. Menurutnya, meski SBY memiliki pengaruh besar, posisinya saat ini adalah sebagai mentor politik bagi kader, bukan eksekutor harian partai.
“Itu kan dalam acara internal Partai Demokrat ya, dan kita harus selalu menyampaikan walaupun Bapak (SBY) sudah tidak lagi dalam tanda arti berada di dalam (struktural harian) partai, tetapi beliau kan hanya sebagai mentor,” ujar Dede Yusuf.
Lebih lanjut, mantan Wakil Gubernur Jawa Barat ini meluruskan tafsir mengenai “matahari kembar”. Ucapan SBY justru dimaksudkan untuk memperkuat legitimasi AHY, agar tidak ada faksi atau pihak lain yang mencoba mengambil keputusan di luar sepengetahuan Ketua Umum.
“Jadi konteksnya sih itu matahari kembar, maksudnya adalah agar kita berbicaranya tetap satu komando, satu komandonya Ketua Umum (AHY),” tegasnya.
Selain isu internal, Dede Yusuf juga dimintai tanggapan mengenai sikap Partai Demokrat yang kini mendukung wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) dikembalikan ke DPRD. Sikap ini dinilai berbalik arah dibandingkan era pemerintahan SBY yang mempertahankan Pilkada langsung.
Namun, Dede enggan menanggapi polemik politik tersebut secara mendalam. Ia berdalih, fokus utama pemerintah dan partai politik saat ini adalah penanganan pascabencana di Sumatera.
“Ada beberapa hal yang harus kita selesaikan, yaitu masalah rehabilitasi terhadap bencana di Sumatera yang Mendagri sudah ditunjuk sebagai kepala ketua satgasnya,” pungkas Dede. (Bowo/Mun)

















