POLITIK
Golkar: Politik Dua Kaki Tak Elegan
AKTUALITAS.ID – Partai Golkar melontarkan kritik keras terhadap sikap sebagian elit politik yang dinilai tidak konsisten dalam menentukan posisi politiknya. Ketua DPP Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun, mengingatkan bahwa praktik “politik dua kaki” justru berpotensi menggerus kepercayaan publik dan mengganggu stabilitas politik nasional.
Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, Misbakhun menegaskan bahwa elit partai politik memiliki tanggung jawab besar menjaga suasana tetap kondusif di tengah dinamika politik, ekonomi, dan tekanan geopolitik global. Menurutnya, narasi yang provokatif hanya akan memperkeruh keadaan dan memicu eskalasi di tengah masyarakat.
“Elit politik harus menjadi teladan, bukan justru memperuncing keadaan. Kepentingan bangsa harus ditempatkan di atas kepentingan politik jangka pendek,” tegasnya, siaran persnya, Minggu (21/6/2026).
Misbakhun secara khusus menyoroti sikap partai yang dinilai menikmati keuntungan politik ketika program pemerintah mendapat apresiasi masyarakat, namun mengambil jarak dan melontarkan kritik keras ketika pemerintah menghadapi persoalan.
“Tidak bisa satu pihak mengambil poin dari program pemerintah yang bagus, tetapi mengambil jarak dan mengkritik keras ketika ada program pemerintah yang sedang bermasalah. Posisi politik dua kaki seperti itu tidak elegan,” kata Misbakhun.
Menurutnya, demokrasi memang membutuhkan kritik. Namun kritik harus disampaikan secara bertanggung jawab, objektif, dan menawarkan solusi, bukan sekadar membangun opini yang memperkeruh situasi nasional.
Ia juga mengingatkan bahwa meski sistem ketatanegaraan Indonesia tidak mengenal oposisi secara formal, setiap partai politik seharusnya memiliki posisi yang jelas, apakah berada di dalam pemerintahan atau di luar pemerintahan. Sikap yang konsisten dinilai penting agar masyarakat tidak dibuat bingung oleh manuver politik yang berubah-ubah.
Di tengah tantangan ekonomi dan ketidakpastian global, Misbakhun mengajak seluruh kekuatan politik mengedepankan kolaborasi dibanding saling menyalahkan. Menurutnya, persoalan bangsa tidak akan selesai melalui adu narasi, tetapi melalui kerja sama dan kontribusi gagasan dari seluruh elemen politik.
Golkar pun menyerukan politik yang berorientasi pada kepentingan nasional, bukan sekadar mengejar keuntungan politik praktis. Partai berlambang pohon beringin itu menilai stabilitas politik menjadi modal utama agar pemerintah dapat fokus menjalankan program pembangunan dan menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. (Bowo/Mun)
-
NASIONAL07/08/2026 06:00 WIBAmnesty Desak MBG Dihentikan Usai Dugaan Keracunan Massal
-
FOTO07/08/2026 18:45 WIBFOTO: Bawaslu Teken Kerjasama dengan Pemuda LIRA Perkuat Pengawasan Pemilu
-
EKBIS07/08/2026 10:30 WIBRupiah Jadi Pecundang di Asia Pagi Ini
-
PAPUA TENGAH07/08/2026 09:00 WIBPBB: Jangan Rampas Suara Rakyat Lewat Ambang Batas Parlemen
-
EKBIS07/08/2026 09:30 WIBIHSG Kembali Hijau
-
NASIONAL07/08/2026 11:00 WIBDPR: QRIS Diduga Dimanfaatkan untuk Deposit Judi Online
-
NASIONAL07/08/2026 17:00 WIBMuzani Klaim Prabowo Jiplak Jurus Sakti Bung Hatta
-
NASIONAL07/08/2026 10:00 WIBSatu Tahun Berlalu, KPK Belum Berani Tahan Tersangka CSR BI?

















