RAGAM
Gemerlap Influencer RI Bisa Berakhir Tragis
AKTUALITAS.ID – Memiliki jutaan pengikut dan hidup bergelimang harta layaknya Mr. Beast atau Raffi Ahmad adalah mimpi banyak anak muda saat ini. Namun, bersiaplah menghadapi realita yang pahit. Di balik gemerlapnya dunia kreator konten di layar smartphone, tersembunyi ancaman finansial yang mengerikan.
Industri influencer kini dilaporkan makin sesak, memicu persaingan berdarah untuk memperebutkan cuan. Jika tidak berhati-hati, influencer di Tanah Air bisa ikut terancam krisis keuangan, menyusul tren ‘keringnya’ pendapatan yang sudah mulai menghantam para kreator di Amerika Serikat (AS).
Follower Ratusan Ribu, Tapi Tak Mampu Sewa Apartemen
Berdasarkan laporan The Wall Street Journal, meraup pendapatan yang layak dan stabil sebagai kreator konten kini makin sulit. Kasus Clint Brantley bisa menjadi cerminan nyata. Pria 29 tahun ini adalah kreator konten full-time di TikTok, YouTube, dan Twitch yang rutin membahas game mobile Fortnite.
Meski memiliki lebih dari 400.000 follower dan video yang rata-rata ditonton lebih dari 100.000 kali, penghasilannya tahun lalu justru berada di bawah gaji median tahunan pekerja full-time AS pada 2023, yakni US$ 58.084 (sekitar Rp 950 jutaan). Ironisnya, karena pendapatannya tidak menentu, ia tak berani menyewa apartemen dan terpaksa masih menumpang di rumah ibunya di Washington. “Saya sangat rentan,” keluhnya.
Industri Makin Sesak, ‘Kue’ Cuan Makin Mengecil
Menurut bank investasi Goldman Sachs, saat ini ada ratusan juta orang di seluruh dunia yang mencoba peruntungan di media sosial, dan sekitar 50 juta di antaranya sudah mulai menghasilkan uang. Jumlah kreator ini diprediksi akan terus tumbuh pesat di angka 10% hingga 20% per tahun hingga 2028.
Akibatnya, ‘kue’ pendapatan yang harus dibagi makin mengecil. Data dari NeoReach tahun lalu mengungkap fakta ketimpangan yang miris:
48% influencer hanya mampu menghasilkan kurang dari US$ 15.000 (sekitar Rp 245 jutaan) setahun.
Hanya 14% kreator yang berhasil mencetak pendapatan di atas US$ 100.000 (sekitar Rp 1,6 miliar).
Platform Media Sosial Makin Pelit
Ancaman kemiskinan ini diperparah oleh kebijakan platform yang tak lagi seroyal dulu. Jika pada periode 2020-2023 TikTok dan YouTube rajin menyebar bonus pendanaan miliaran dolar, kini syarat monetisasi makin berat dan algoritmanya makin mencekik. Brand-brand besar pun kini jauh lebih selektif dalam memilih influencer untuk diajak bekerja sama.
TikToker Ben-Hyun yang memiliki 2,9 juta pengikut merasakan langsung dampaknya. Pada Maret lalu, ia masih bisa mendapat US$ 200-400 per satu juta view. Kini, ia mengaku hanya dibayar US$ 120 untuk video yang meledak hingga 10 juta view. Ini membuktikan bahwa follower jutaan tak lagi menjamin kantong tebal jika hanya mengandalkan adsense platform.
Danisha Carter (1,9 juta follower) juga mengeluhkan hal serupa. Ia merasa kreator telah mendatangkan miliaran dolar untuk aplikasi, namun bayaran yang diterima sangat tidak adil. Sepanjang kariernya, ia hanya meraup US$ 12.000 dari TikTok dan terpaksa berjualan merchandise demi tambahan US$ 5.000.
Menguras Mental Tanpa Jaminan Masa Depan
Di balik layar, pekerjaan ini sangat menguras energi dan mental. Kreator dituntut untuk terus berpikir kreatif, merencanakan konten, mengedit video berhari-hari, hingga wajib berinteraksi dengan fans agar popularitas tak meredup.
Analis Emarketer, Jasmine Enberg, menyebut pekerjaan ini jauh lebih berat dari yang dibayangkan kebanyakan orang. Ditambah lagi, influencer independen tidak memiliki jaring pengaman layaknya pekerja kantoran; mereka tidak mendapat asuransi kesehatan, uang pensiun, maupun bonus tahunan.
Di tengah himpitan inflasi dan ketidakpastian ekonomi ditambah ancaman pemblokiran TikTok di AS pada 2025 – para influencer kini dihantui tekanan besar untuk mengamankan periuk nasi mereka. (Firman/Mun)
-
FOTO01/05/2026 17:28 WIBFOTO: Rilis Penipuan Daring dengan Tersangka 16 WNA
-
POLITIK01/05/2026 18:00 WIBGolkar: Usulan Yusril soal Parliamentary Threshold Sudah Digodok Lama
-
DUNIA01/05/2026 19:00 WIBAyatollah Mojtaba Khamenei Sebut AS Kalah Telak di Teluk Persia
-
RAGAM01/05/2026 17:00 WIBBukan Orang PKI, Ini Sosok Asli Penerjemah Lagu Internasionale di Indonesia
-
NASIONAL01/05/2026 16:00 WIBPrabowo Janji Kredit Rumah Bunga 5%, Buruh Bisa Punya Hunian
-
DUNIA02/05/2026 00:00 WIBPM Malaysia Anwar Ibrahim Murka ke Israel
-
DUNIA02/05/2026 12:00 WIBSenator AS Ungkap Trump Rancang Serangan ke Iran
-
NASIONAL02/05/2026 06:00 WIBDPR: Negara Tak Berhak Tentukan Aktivis HAM