RAGAM
Dya Loretta Dorong Pendidikan Inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus di IFW 2026
AKTUALITAS.ID – Dosen Universitas Mercu Buana sekaligus Pembina Forum Keluarga Spesial Indonesia (Forkesi), Dya Loretta, mengajak orang tua, pendidik, komunitas, dunia usaha, dan pemerintah memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam talkshow “The BFF Mom: Bonding Beyond Motherhood” pada ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (2/8/2026). Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen IFW 2026 menghadirkan ruang yang mendorong kesetaraan kesempatan bagi seluruh anak, termasuk melalui Fashion Show by Anak Spesial yang menampilkan anak-anak berkebutuhan khusus di panggung peragaan busana.
“Saya adalah bukti bahwa setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda. Yang dibutuhkan bukan tekanan untuk menjadi sama dengan orang lain, tetapi keluarga yang percaya, mendampingi, dan memberikan ruang bagi anak untuk berkembang sesuai potensinya,” ujar Dya.
Dya menjelaskan ikatan emosional antara orang tua dan anak menjadi fondasi penting dalam membangun rasa percaya diri, kemandirian, serta kemampuan anak menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Dirinya mengungkapkan merupakan penyandang Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dan disleksia. Namun, dukungan keluarga yang tidak memandang kondisi tersebut sebagai hambatan membuatnya mampu berkembang hingga menjadi akademisi, peneliti, penulis, entrepreneur, dan pegiat pemberdayaan masyarakat.
Menurut Dya, keluarga merupakan lingkungan pertama yang menentukan cara seorang anak memandang dirinya sendiri. Karena itu, penerimaan, kasih sayang, komunikasi yang baik, dan kesempatan mengeksplorasi minat menjadi modal utama dalam mendukung tumbuh kembang anak, termasuk bagi anak berkebutuhan khusus.
“Anak-anak berkebutuhan khusus tidak membutuhkan belas kasihan. Mereka membutuhkan kesempatan, kepercayaan, dan lingkungan yang mendukung. Ketika orang tua mampu menjadi sahabat terbaik bagi anaknya, maka anak akan tumbuh dengan rasa percaya diri untuk menunjukkan kemampuannya kepada dunia,” kata Dya.
Politikus? Wait. (No, remove) Dya menambahkan hubungan yang erat antara orang tua dan anak akan membentuk keberanian, ketahanan mental, serta kemandirian. Ia menilai setiap anak memiliki potensi yang dapat berkembang apabila memperoleh dukungan yang tepat dari lingkungan sekitarnya.
Komitmen terhadap pendidikan inklusif juga diwujudkan Dya melalui perannya sebagai Pembina Forum Keluarga Spesial Indonesia (Forkesi). Melalui komunitas tersebut, ia aktif memberikan edukasi kepada para orang tua mengenai pola pengasuhan yang inklusif, membangun kepercayaan diri anak, serta mendorong kolaborasi antara keluarga, sekolah, komunitas, dan masyarakat agar tercipta lingkungan yang ramah bagi anak berkebutuhan khusus.
Selain aktif sebagai dosen dan peneliti di Universitas Mercu Buana, Dya juga mengembangkan sejumlah lembaga pelatihan, seperti Srikandi Pintar, Marcommads.id, Sakti Wiyata, dan Belajarsamakami.id. Berbagai lembaga tersebut berfokus pada peningkatan kompetensi masyarakat di bidang komunikasi, pemasaran, literasi digital, serta pengembangan profesi.
Pada kesempatan yang sama, Fashion Show by Anak Spesial menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang menarik perhatian pengunjung IFW 2026. Anak-anak berkebutuhan khusus tampil percaya diri di atas panggung dan memperlihatkan kemampuan mereka di hadapan publik. Penampilan tersebut menjadi simbol bahwa dunia fesyen juga dapat menjadi ruang yang inklusif bagi seluruh kalangan tanpa diskriminasi.
“Fashion bukan hanya tentang pakaian. Fashion adalah media ekspresi, keberanian, dan penerimaan. Ketika anak-anak berkebutuhan khusus berdiri di atas panggung dengan percaya diri, mereka sedang mengajarkan kepada kita bahwa perbedaan bukanlah kekurangan, melainkan kekuatan,” tutur Dya.
Ia menegaskan keberhasilan seorang anak tidak ditentukan oleh label maupun diagnosis yang disandangnya, melainkan oleh kesempatan yang diberikan lingkungan untuk tumbuh dan berkembang. Karena itu, Dya mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem yang lebih inklusif sehingga setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkarya, dan meraih masa depan yang lebih baik.
“Tidak ada anak yang terlahir tanpa potensi. Yang sering kali kurang adalah kesempatan. Ketika keluarga menjadi tempat yang aman, masyarakat menjadi ruang yang inklusif, dan dunia membuka pintunya tanpa diskriminasi, maka setiap anak akan memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkarya, dan menjadi versi terbaik dari dirinya,” tegas Dya.
-
NUSANTARA02/08/2026 22:00 WIBMahasiswi Undana Depresi Usai Sidang Batal 12 Kali
-
RAGAM02/08/2026 23:00 WIBCatat! Long Weekend Agustus 2026 Resmi Menanti
-
POLITIK03/08/2026 06:00 WIBJokowi: Target PSI Jauh Lebih Besar dari Kursi DPR
-
JABODETABEK03/08/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Senin 3 Agustus 2026 Resmi Dibuka
-
JABODETABEK03/08/2026 05:30 WIBBMKG: Sore hingga Malam Jakarta Diguyur Hujan Ringan
-
JABODETABEK03/08/2026 08:15 WIBBlackout Massal Hantam Jaksel, Jakbar hingga Tangerang
-
RAGAM03/08/2026 08:30 WIBBMKG Peringatkan Ancaman DBD Meningkat saat Curah Hujan Tinggi
-
POLITIK03/08/2026 07:00 WIBFahri Minta Peradilan Etika Jadi Benteng Antikorupsi

















