OTOTEK
Modal Kecil, Pelaku Ransomware Bisa Raup Keuntungan Besar
AKTUALITAS.ID – Perubahan struktur bisnis kejahatan siber makin terorganisir di mana model operasinya kini melibatkan berbagai peran mulai dari pengembang malware, mitra afiliasi yang melakukan penyebaran malware, hingga pihak yang menjual akses awal ke jaringan korban.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyebutkan pelaku kejahatan siber ransomware mampu meraup keuntungan sangat besar hanya dengan mengeluarkan modal yang relatif kecil.
Wakil Ketua Komite Tetap Keamanan Siber dan Perlindungan Infrastruktur Kritis Kadin Indonesia Dea Saka Kurnia Putra mencontohkan, dengan modal 5000 dolar AS atau sekitar Rp82 juta, pelaku ransomware bisa meraup keuntungan hingga 100 ribu dolar AS atau Rp1,8 miliar.
“Modal awalnya sangat murah, teman-teman cukup bayar Rp30 juta untuk subscribe (berlangganan) ransomware, bisa dari Lockbit, Qilin, dan lain-lain,” kata Putra dalam sebuah sesi diskusi di ajang National Cybersecurity Connect 2025 di Jakarta Selatan, Rabu (30/10/2025).
Ia menjelaskan terdapat beberapa model bisnis yang digunakan kelompok ini, seperti skema afiliasi, bagi hasil, pembayaran sekali, dan model berlangganan. Umumnya sindikat pelaku kejahatan ransomware menyasar perusahaan level menengah dan kecil.
Untuk menjabarkan skema modalnya, Putra mencontohkan, pelaku kejahatan siber membayar 2.000 dolar (Rp33 juta) untuk berlangganan ransomware, lalu 1.500 AS (Rp24 juta) untuk broker akses awal yang menjual akses ke jaringan/komputer korban.
Kemudian, pelaku membayar 1.000 dolar AS (Rp16 juta) untuk layanan bulletproof hosting yang sengaja mengabaikan penyalahgunaan dan menolak permintaan penghapusan konten berbahaya. Lalu untuk pengaburan jejak atau penyamaran transaksi, pelaku membayar 500 dolar AS (Rp8 juta).
“Skemanya (pembagian keuntungan) 70 persen itu untuk afiliate, kita (pelaku) sebagai afiliate, dan 30 persennya kita kembalikan ke pusatnya. Ibaratnya seperti franchise gitu,” ujar Putra.
Dia menambahkan, modal yang dikeluarkan kembali hanya dalam 90 jam dan keuntungan yang didapat bisa mencapai 1.300 persen dalam kurang dari empat hari.
(Yan Kusuma/goeh)
-
POLITIK11/08/2026 06:00 WIBWacana Pilkada Tunggal Dinilai Cuma Celah Bagi-Bagi Jabatan Baru
-
JABODETABEK11/08/2026 06:30 WIBSIM Keliling Operasi 08.00–14.00 WIB
-
JABODETABEK11/08/2026 08:30 WIBKAI Tangkap Pelaku Pemotongan Kabel Kereta
-
POLITIK11/08/2026 13:00 WIBSBY Absen Sidang MPR, Demokrat Pastikan Kesehatan Jadi Prioritas
-
NUSANTARA11/08/2026 14:00 WIBApi Makin Merambat, 899 Hektare Bromo Terbakar
-
JABODETABEK11/08/2026 07:30 WIB2 WNA Afrika Duel Maut di Kafe Jakpus
-
DUNIA11/08/2026 08:00 WIBTokoh Sayap Kanan India Ditangkap Gegara Komentar Pemerkosaan
-
POLITIK11/08/2026 07:00 WIBMensesneg Pastikan Sampai Hari Ini No Reshuffle

















