Connect with us

NASIONAL

Dari BI ke Kemenkeu, Ini Rekam Jejak Kebijakan Juda Agung

Aktualitas.id -

Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih sisa masa jabatan periode 2024-2029. Acara pelantikan tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, (5/2/2026). Pengangkatan Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 3/M Tahun 2026 tentang Pengangkatan Wakil Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029. AKTUALITAS.ID/ Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

AKTUALITAS.ID – Pelantikan Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan menandai masuknya figur berlatar belakang otoritas moneter ke dalam lingkar kebijakan fiskal pemerintah. Ekonom senior yang lama berkiprah di Bank Indonesia itu dikenal memiliki rekam jejak dalam perumusan kebijakan stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Selama berkarier di Bank Indonesia, termasuk saat menjabat Deputi Gubernur, Juda Agung terlibat dalam proses penguatan kerangka kebijakan makroprudensial. Kebijakan tersebut dirancang untuk menjaga ketahanan sektor keuangan di tengah dinamika ekonomi global serta fluktuasi siklus keuangan domestik.

Dalam periode tersebut, Bank Indonesia memperkuat sejumlah instrumen makroprudensial guna memastikan fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan secara berkelanjutan. Kebijakan insentif likuiditas makroprudensial menjadi bagian dari bauran kebijakan yang digunakan untuk menjaga kecukupan likuiditas perbankan, sekaligus mengendalikan risiko sistemik.

Selain aspek stabilitas keuangan, Juda Agung juga terlibat dalam penguatan bauran kebijakan makroekonomi Bank Indonesia yang bertujuan menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan. Pendekatan ini menempatkan stabilitas sistem keuangan sebagai prasyarat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi jangka menengah.

Di sektor sistem pembayaran dan keuangan digital, Juda Agung termasuk pejabat yang terlibat dalam pengembangan kerangka kebijakan yang adaptif terhadap inovasi. Kebijakan diarahkan untuk membuka ruang pengembangan layanan keuangan digital, dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan dan mitigasi risiko.

Dalam konteks koordinasi kebijakan nasional, Juda Agung juga terlibat dalam upaya memperkuat sinergi lintas otoritas melalui mekanisme koordinasi stabilitas sistem keuangan. Pendekatan ini menempatkan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi nasional dan kepercayaan pasar.

Pengalaman panjang di otoritas moneter tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menunjuk Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan. Latar belakangnya di bidang stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan dinilai relevan dalam memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter di lingkungan Kementerian Keuangan pada periode pemerintahan saat ini. (RR)

TRENDING