OTOTEK
Kecelakaan Terkait Autopilot, Tesla Ditetapkan Harus Bertanggung Jawab
AKTUALITAS.ID – Tesla, yang dipimpin Elon Musk, sebelumnya meminta pembatalan putusan dengan alasan McGee sepenuhnya bertanggung jawab, Model S tidak cacat, dan keputusan juri tidak masuk akal.
Hakim federal di Miami menolak permintaan Tesla untuk membatalkan putusan juri senilai 243 juta dolar AS (sekitar Rp4 triliun) terkait kasus kecelakaan Tesla Model S dengan fitur autopilot pada 2019 silam.
Kecelakaan ini menewaskan Naibel Benavides, seorang wanita berusia 22 tahun, dan melukai pacarnya, Dillon Angulo.
Kasus ini bermula pada 25 April 2019 di Key Largo, Florida, ketika George McGee mengemudikan Model S 2019-nya melewati persimpangan dengan kecepatan sekitar 100 km/jam sambil menunduk mencari ponselnya yang jatuh.
Mobil yang dikemudikan McGee menabrak SUV milik Benavides dan Angulo yang diparkir di bahu jalan, sementara keduanya berdiri di samping kendaraan itu. Benavides tewas dalam kecelakaan tersebut, sebagaimana yang dilaporkan Laman The Straits Times, Sabtu (21/2/2026).
Dalam persidangan, juri memutuskan Tesla bertanggung jawab sebesar 33 persen atas kecelakaan. Mereka memberikan ganti rugi kompensasi sebesar 19,5 juta dolar AS (Rp328,8 miliar) untuk ahli waris Benavides dan 23,1 juta dolar AS (Rp389,5 miliar) untuk Angulo.
Selain itu, juri menjatuhkan ganti rugi hukuman (punitive damages) sebesar 200 juta dolar AS (Rp3,37 triliun) yang akan dibagi di antara keduanya. McGee sendiri sebelumnya telah menyelesaikan kasus dengan para penggugat. Putusan ini menjadi yang pertama dari juri federal terkait kecelakaan fatal yang melibatkan fitur autopilot.
Perusahaan menegaskan produsen mobil “tidak menanggung seluruh dunia atas kerugian akibat pengemudi ceroboh,” dan ganti rugi hukuman seharusnya nol karena Tesla dianggap tidak menunjukkan “pengabaian terhadap nyawa manusia” menurut hukum Florida.
Namun pengacara korban, Adam Boumel, menegaskan Autopilot cacat dan Tesla menempatkannya di jalan sebelum siap dan aman. “Sejak awal, Tesla menolak bertanggung jawab,” ujar Boumel.
Meskipun Tesla menghadapi banyak gugatan terkait fitur mengemudi otomatis, sebagian besar kasus telah diselesaikan atau dibatalkan sebelum persidangan.
Elon Musk dikenal mempromosikan Tesla sebagai pemimpin dalam teknologi kendaraan otonom, baik untuk mobil pribadi maupun robotaxi.
(Purnomo/goeh)
-
DUNIA19/10/2026 15:00 WIBDemo Mahasiswa dan Kenaikan Biaya Hidup Picu Kekacauan di Belgia
-
JABODETABEK19/10/2026 05:30 WIBBMKG Ungkap Suhu dan Kelembapan Jakarta pada Senin 19 Oktober 2026
-
NUSANTARA19/10/2026 08:30 WIBKemenkes Catat 2.609 Kasus ISPA pada 17 Oktober 2026
-
DUNIA19/10/2026 12:00 WIBHakim Timothy J. Kelly Perintahkan Pemerintah Trump Pertahankan Akses Pers
-
POLITIK19/10/2026 07:00 WIBGolkar Bidik Ambang Batas Parlemen 5 Persen
-
RAGAM19/10/2026 08:15 WIBBukan Sekadar Warehouse Sale, FYP Abby and Gail Ajak Gen Z Kenali Kebutuhan Kulit
-
NUSANTARA19/10/2026 11:00 WIBBMKG Ingat Puncak Musim Hujan Bisa Datang Lebih Ekstrem
-
NASIONAL19/10/2026 06:00 WIBMendikdasmen Abdul Mu’ti: Aturan Tidak Naik Kelas Berlaku Tahun Ajaran 2027/2028

















