EKBIS
Rupiah Tergelincir ke Rp16.899 di Awal Perdagangan
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada awal perdagangan Kamis, (12/3/2026). Mata uang Garuda dibuka di kisaran Rp16.900 per dolar AS di pasar spot.
Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 09.39 WIB rupiah berada di level Rp16.899 per dolar AS. Posisi ini melemah 13 poin atau sekitar 0,08 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp16.886 per dolar AS.
Sementara itu, data dari Yahoo Finance menunjukkan rupiah berada di kisaran Rp16.862 per dolar AS pada waktu yang sama.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi pergerakan rupiah sepanjang hari ini akan cenderung fluktuatif dengan kecenderungan melemah akibat tekanan dari faktor eksternal.
Merujuk data Refinitiv, rupiah sempat dibuka melemah sekitar 0,15 persen ke level Rp16.890 per dolar AS. Pelemahan ini melanjutkan tren penurunan pada perdagangan sebelumnya, ketika rupiah ditutup melemah 0,06 persen di posisi Rp16.865 per dolar AS.
Salah satu faktor utama yang menekan rupiah adalah penguatan indeks dolar AS atau US Dollar Index (DXY) yang naik 0,11 persen ke level 99,340 pada pagi hari. Penguatan ini melanjutkan kenaikan pada sesi sebelumnya ketika indeks dolar ditutup di level 99,231.
Pergerakan rupiah juga sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang cenderung melemah terhadap dolar AS. Peso Filipina tercatat mengalami pelemahan terdalam di kawasan dengan penurunan sekitar 0,65 persen, disusul baht Thailand yang turun 0,27 persen dan ringgit Malaysia yang melemah 0,19 persen.
Selain itu, won Korea Selatan juga terkoreksi 0,16 persen, dolar Taiwan turun 0,05 persen, dan dolar Singapura melemah tipis 0,04 persen. Sementara itu, yen Jepang menjadi salah satu mata uang yang menguat tipis terhadap dolar AS.
Tekanan terhadap rupiah juga dipicu meningkatnya ketidakpastian global, termasuk lonjakan harga minyak dunia di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Konflik yang melibatkan Iran meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan energi global dan mendorong investor beralih ke aset aman seperti dolar AS.
Dari dalam negeri, pasar juga mencermati perkembangan sektor keuangan setelah Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia melalui Komisi XI menyetujui lima nama anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2026–2031.
Salah satu nama yang disetujui adalah Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua OJK. Keputusan tersebut dijadwalkan untuk disahkan dalam rapat paripurna DPR pada 12 Maret 2026.
Pelaku pasar saat ini juga menunggu langkah kebijakan dari Bank Indonesia yang diperkirakan akan terus memantau pergerakan pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar volatilitas tetap terkendali.
Selain faktor global, meningkatnya kebutuhan valuta asing di dalam negeri menjelang libur panjang Idul Fitri turut mendorong permintaan dolar AS lebih tinggi, yang pada akhirnya memberi tekanan tambahan terhadap nilai tukar rupiah. (Firmansyah/Mun)
-
FOTO11/03/2026 16:39 WIBFOTO: AHY Beri Bantuan Sosial untuk Ojol dan Warga Tionghoa di Masjid Babah Alun
-
RIAU11/03/2026 15:45 WIBPangdam Tuanku Tambusai dan Kapolda Riau Kompak Tutup TMMD ke-127
-
PAPUA TENGAH11/03/2026 17:45 WIBPenembakan di Grasberg Tewaskan Karyawan, PTFI Sampaikan Duka Mendalam
-
PAPUA TENGAH11/03/2026 20:28 WIBKronologi Penembakan di Grasberg Freeport Indonesia
-
FOTO12/03/2026 04:07 WIBFOTO: Diskusi Bawaslu dan KPPDem Jelang Berbuka Puasa
-
JABODETABEK11/03/2026 14:30 WIBPolisi Gerebek Rumah Pesta Narkoba di Bekasi
-
OTOTEK11/03/2026 16:30 WIBIngin Mudik?, Berikut Tips Jika Tinggalkan Motor Listrik di Rumah
-
DUNIA11/03/2026 15:00 WIBSerangan Israel ke Minyak Iran Bikin Hubungan dengan AS Memanas

















