Connect with us

NASIONAL

Sudah 3 Minggu, Motif Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Masih Nihil

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus masih menyisakan tanda tanya besar. Meski sejumlah pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka, motif di balik aksi brutal tersebut belum terungkap hingga kini.

Penanganan kasus teror penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus memasuki pekan ketiga tanpa kejelasan motif. Insiden yang terjadi pada 12 Maret 2026 itu hingga kini masih dalam proses penyidikan oleh aparat militer.

Peristiwa tersebut terjadi usai Andrie menghadiri sebuah diskusi di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia di Jakarta. Tak lama setelah acara, ia diserang oleh orang tak dikenal menggunakan cairan berbahaya yang menyebabkan luka serius di sejumlah bagian tubuh.

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Dimas Bagus Arya, menyebut korban mengalami luka parah pada wajah, tangan, dada, hingga mata akibat serangan tersebut.

Dalam perkembangan kasus, Pusat Polisi Militer TNI telah menetapkan empat anggota TNI sebagai tersangka. Mereka kini ditahan di instalasi tahanan militer Pomdam Jaya Guntur sejak 18 Maret 2026.

Sementara itu, Polda Metro Jaya sebelumnya juga sempat mengungkap dua terduga pelaku lainnya sebelum akhirnya melimpahkan penanganan kasus kepada pihak militer karena adanya keterlibatan anggota TNI.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, menyatakan bahwa dari hasil penyelidikan tidak ditemukan keterlibatan warga sipil dalam kasus ini.

“Kami telah melimpahkan penanganan perkara kepada Puspom TNI setelah ditemukan fakta keterlibatan anggota TNI,” ujarnya dalam rapat bersama Komisi III DPR RI.

Di sisi lain, Kepala Pusat Penerangan TNI, Aulia Dwi Nasrullah, menyebut para tersangka dijerat dengan pasal penganiayaan. Ia juga menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan secara transparan dan akuntabel.

Namun demikian, hingga kini motif di balik aksi teror tersebut masih belum diungkap ke publik. Upaya pemeriksaan terhadap korban juga belum maksimal karena kondisi kesehatan Andrie yang masih dalam pemulihan serta berada dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik terkait latar belakang dan tujuan dari serangan tersebut, mengingat korban merupakan aktivis yang kerap menyuarakan isu-isu sensitif.

Dengan pelaku yang telah ditetapkan namun motif yang belum terungkap, kasus ini menjadi sorotan luas dan dinilai sebagai ujian bagi transparansi serta akuntabilitas penegakan hukum di Indonesia. (Bowo/Mun)

TRENDING