EKBIS
Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Parah Rp24 Ribu
AKTUALITAS.ID – Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali tersungkur pada perdagangan Rabu (20/5/2026). Setelah sempat menguat sehari sebelumnya, logam mulia andalan investor itu kini berbalik arah dan mengalami penurunan tajam, memicu kekhawatiran di tengah gejolak pasar global dan penguatan dolar AS.
Berdasarkan data resmi Logam Mulia, harga emas batangan Antam hari ini turun Rp24 ribu per gram. Harga emas ukuran 1 gram kini dibanderol Rp2,765 juta.
Tak hanya harga jual, nilai buyback atau harga jual kembali emas Antam juga ikut ambruk. Hari ini, harga buyback turun Rp25 ribu menjadi Rp2,569 juta per gram.
Pelemahan harga emas terjadi di tengah tekanan pasar global yang masih dibayangi penguatan dolar Amerika Serikat serta meningkatnya kehati-hatian investor menjelang keputusan suku bunga bank sentral di berbagai negara.
Meski emas selama ini dikenal sebagai aset safe haven, penguatan dolar AS membuat harga logam mulia cenderung tertekan karena investor global mulai beralih ke aset berbasis dolar.
Di sisi lain, investor emas di dalam negeri juga masih harus memperhitungkan potongan pajak dalam setiap transaksi.
Sesuai PMK Nomor 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nominal di atas Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP.
Sementara untuk pembelian emas batangan, dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk pembeli tanpa NPWP. Pajak tersebut dipotong langsung dan disertai bukti potong resmi.
Berikut daftar lengkap harga emas batangan Antam hari ini:
Emas 0,5 gram: Rp1,432 juta
Emas 1 gram: Rp2,765 juta
Emas 2 gram: Rp5,470 juta
Emas 3 gram: Rp8,180 juta
Emas 5 gram: Rp13,600 juta
Emas 10 gram: Rp27,145 juta
Emas 25 gram: Rp67,737 juta
Emas 50 gram: Rp135,395 juta
Emas 100 gram: Rp270,712 juta
Emas 250 gram: Rp676,515 juta
Emas 500 gram: Rp1,352 miliar
Emas 1.000 gram: Rp2,705 miliar
Penurunan harga emas hari ini membuat pelaku pasar kembali mencermati arah pergerakan logam mulia dalam jangka pendek, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global dan volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Firman/Mun)
-
NASIONAL05/07/2026 17:00 WIBPengakuan Raja Juli soal Amplop dari Bupati Kuansing, KPK: Pengembalian Tak Gugurkan Pidana
-
NASIONAL05/07/2026 19:00 WIBKPK: Amplop Untuk Raja Juli Berasal dari SHU Petani Kuansing
-
EKBIS05/07/2026 22:00 WIBBulog Pastikan Serap Hasil Panen Petani Papua Selatan untuk Swasembada Pangan
-
OLAHRAGA05/07/2026 16:00 WIBMeksiko Hadapi Inggris di 16 Besar Piala Dunia 2026, Misi Akhiri Penantian 40 Tahun
-
OTOTEK05/07/2026 18:30 WIBJaguar Obral Mobil Baru Diskon hingga Puluhan Juta Rupiah, Ini Daftar Modelnya
-
RAGAM05/07/2026 10:30 WIBNASA: RI Masuk Zona Rawan Kenaikan Air Laut
-
NASIONAL05/07/2026 18:00 WIBRekam Jejak Irjen Wibowo Kakorlantas Polri Baru
-
NASIONAL05/07/2026 10:00 WIBMenko Cak Imin Semprot Akademisi yang Mendadak Bisu di Birokrasi

















