Connect with us

NUSANTARA

BMKG Rilis Daftar Wilayah Terancam Kemarau Ekstrem

Aktualitas.id -

Ilustrasi musim kemarau, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Musim kemarau 2026 mulai menunjukkan taringnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap bahwa ratusan zona musim di Indonesia telah resmi memasuki periode kemarau, sementara puncaknya diperkirakan akan terjadi mulai Juli hingga September mendatang.

Kondisi ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat, pemerintah daerah, petani, pelaku usaha, hingga sektor kesehatan untuk mulai melakukan langkah antisipasi sejak dini. Ketersediaan air bersih, ancaman kekeringan, hingga potensi kebakaran lahan menjadi beberapa risiko yang perlu diwaspadai.

Berdasarkan data BMKG hingga akhir Mei 2026, sebanyak 200 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 11,83 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.

Wilayah yang lebih dahulu mengalami kemarau meliputi sebagian Sumatra, sebagian Jawa, sebagian besar Nusa Tenggara, wilayah timur Kalimantan Tengah, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, hingga beberapa wilayah Papua.

BACA JUGA  BMKG Prediksi Wilayah Jaksel, Jakbar dan Jaktim akan Duguyur Hujan Disertai Petir

Namun kondisi tersebut diperkirakan akan semakin meluas sepanjang Juni. BMKG memprediksi sebagian besar Sumatra, wilayah Banten, DKI Jakarta bagian selatan, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi, Maluku hingga Papua akan mulai memasuki musim kemarau secara bertahap.

Memasuki Juli, kemarau diperkirakan mulai mencapai puncaknya di sejumlah wilayah Indonesia. Daerah yang diprediksi mengalami puncak kemarau pada bulan tersebut meliputi sebagian Sumatra, sebagian Jawa, sebagian Kalimantan, wilayah selatan Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat bagian utara, Sulawesi Tengah bagian barat, sebagian Maluku serta beberapa wilayah Papua.

Situasi semakin meluas pada Agustus. Bulan ini diperkirakan menjadi periode paling dominan bagi musim kemarau di Indonesia. Sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua diprediksi mengalami puncak kemarau secara bersamaan.

BACA JUGA  Eks Kepala BMKG: Banjir Sumatra Bukan Bencana Biasa

BMKG mencatat sekitar 369 Zona Musim atau hampir setengah luas daratan Indonesia akan berada pada fase puncak kemarau selama Agustus.

Sementara itu pada September, wilayah yang diprediksi masih mengalami puncak kemarau antara lain Kepulauan Bangka Belitung, sebagian besar Sumatra Selatan, Lampung, sebagian besar Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku serta Papua Pegunungan.

Dengan kondisi tersebut, ancaman kekeringan di sejumlah daerah berpotensi meningkat apabila curah hujan terus menurun dalam beberapa bulan ke depan. Sektor pertanian menjadi salah satu yang paling rentan terdampak, terutama pada wilayah yang mengandalkan pasokan air hujan untuk irigasi.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk mulai menghemat penggunaan air bersih dan mewaspadai peningkatan suhu udara yang lazim terjadi saat puncak musim kemarau.

BACA JUGA  BMKG Minta Masyarakat Waspadai Angin Kencang di Bandung Selama Sepekan

BMKG mengimbau seluruh pihak untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan iklim terbaru. Langkah antisipasi sejak dini dinilai sangat penting agar dampak musim kemarau terhadap aktivitas masyarakat, kesehatan, ketahanan pangan, serta sektor ekonomi dapat diminimalkan.

Bagi jutaan warga Indonesia, beberapa bulan ke depan bukan sekadar pergantian musim. Ini adalah periode yang membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi terhadap potensi kekeringan, krisis air, hingga ancaman kebakaran lahan yang biasanya meningkat saat kemarau mencapai puncaknya. (Kusuma/Mun)

TRENDING