Connect with us

EKBIS

Percepat Swasembada Pangan, Mentan Amran Terima Penghargaan dari PWRI

Aktualitas.id -

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menerima Penghargaan Wredatama Nugraha Utama dari PWRI di Auditorium Kementerian Pertanian Jakarta.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menerima Penghargaan Wredatama Nugraha Utama dari PWRI di Auditorium Kementerian Pertanian Jakarta.

AKTUALITAS.ID – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menerima Penghargaan Wredatama Nugraha Utama dari Persatuan Wredatama Republik Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinannya dalam mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional.

Penghargaan diberikan setelah pemerintah dinilai berhasil meningkatkan produksi pangan nasional, memperkuat cadangan beras pemerintah, serta menjalankan berbagai kebijakan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani.

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Wredatama Republik Indonesia, Mulia P. Nasution, mengatakan penghargaan itu merupakan bentuk pengakuan atas capaian Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Amran Sulaiman yang dinilai mampu mempercepat target swasembada pangan.

Menurut Mulia, sejumlah kebijakan strategis telah menghasilkan perubahan signifikan di sektor pertanian. Di antaranya kenaikan Harga Pembelian Pemerintah untuk Gabah Kering Panen menjadi Rp6.500 per kilogram, penurunan harga pupuk bersubsidi, peningkatan produksi pangan, serta cadangan beras pemerintah yang telah melampaui 5 juta ton.

BACA JUGA  Mentan Amran Apresiasi Petani Milenial Kaltim yang Raup Cuan 24 Juta per Bulan dari Bertani Modern

“Penghargaan Wredatama Nugraha Utama ini kami berikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Menteri Pertanian beserta seluruh jajaran yang mampu mempercepat terwujudnya swasembada pangan. Berbagai kebijakan yang diambil juga terbukti berpihak kepada petani dan memberikan hasil nyata bagi sektor pertanian Indonesia,” ujar Mulia dalam keterangannya kepada Aktualitas.id, Rabu (1/7/2026).

Selain peningkatan produksi, dirinya menilai berbagai program yang dijalankan Kementerian Pertanian turut memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan optimisme menuju kemandirian pangan.

Menerima penghargaan tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada para senior pertanian yang tergabung dalam PWRI. Ia menilai penghargaan itu memiliki makna tersendiri karena datang dari para tokoh yang telah meletakkan fondasi pembangunan pertanian Indonesia selama puluhan tahun.

BACA JUGA  Mentan Amran Kembali Lepas 153 Truk Bantuan Bencana Sumatra

“Penghargaan ini sangat berarti bagi kami. Tidak mudah seorang senior memberikan penghargaan kepada juniornya. Bapak Ibu sekalianlah yang membangun fondasi pertanian Indonesia. Kami hanya melanjutkan, menyempurnakan, dan mempercepat apa yang telah dirintis oleh para senior,” kata Amran.

Ia menegaskan berbagai capaian sektor pertanian merupakan hasil kerja bersama lintas generasi. Menurutnya, keberhasilan meningkatkan produksi pangan dan memperkuat stok beras nasional tidak dapat dipisahkan dari kontribusi para pendahulu yang telah membangun sistem pertanian Indonesia.

Amran juga mengungkapkan perkembangan sektor pertanian Indonesia mulai mendapat perhatian dunia. Berdasarkan proyeksi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia atau FAO, produksi pangan Indonesia pada 2026 diperkirakan mencapai sekitar 38 juta ton. Pemerintah, kata dia, terus memperkuat program peningkatan produksi, optimalisasi lahan, pembangunan gudang modern, hilirisasi komoditas pertanian, hingga peningkatan kesejahteraan petani.

BACA JUGA  Kunci Swasembada Pangan Nasional: Produktivitas Lahan

“Banyak negara kini datang ke Indonesia untuk belajar tentang transformasi pertanian kita. Semua itu bukan karena saya semata, tetapi karena fondasi yang telah dibangun para senior. Kami hanya melanjutkan perjuangan tersebut,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Amran mengajak seluruh jajaran Kementerian Pertanian untuk menjaga kolaborasi lintas generasi dalam membangun sektor pertanian. Ia juga berkomitmen terus menjalin silaturahmi dengan para purnabakti kementerian sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pembangunan pangan nasional.

“Kalau ada keberhasilan hari ini, Bapak Ibu semua memiliki bagian di dalamnya. Ini menjadi amal jariyah bagi para senior yang telah mengabdikan diri untuk pertanian Indonesia. Tetapi kalau masih ada kekurangan, itu menjadi tanggung jawab kami untuk terus memperbaikinya,” tuturnya. (Yan)

TRENDING