Connect with us

EKBIS

Bulog Pastikan Serap Hasil Panen Petani Papua Selatan untuk Swasembada Pangan

Aktualitas.id -

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani meninjau sembako Bulog di Koperasi Merah Putih Melawai, Jakarta Selatan, Minggu 27 Juli 2025. Kunjungan tersebut guna memastikan pasokan sembako untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih aman terkendali. Sembako yang disuplai oleh Bulog adalah beras SPHP, gula pasir, dan MinyaKita. AKTUALITAS.ID/Dede Kurniawan

AKTUALITAS.ID – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya akan mendukung program strategis pemerintah melalui penguatan penyerapan hasil panen petani di Papua Selatan. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya produksi dari kawasan cetak sawah di Kabupaten Merauke yang diproyeksikan menjadi salah satu lumbung pangan nasional.

“Peningkatan produksi harus diiringi dengan jaminan penyerapan agar petani memperoleh kepastian pasar dan harga yang layak,” kata Rizal di Merauke, Papua Selatan, Minggu (5/7/2026).

Dirinya menegaskan, Bulog siap menjadi mitra strategis petani dalam mendukung keberlanjutan produksi pangan nasional. Sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan pemangku kepentingan lainnya, akan terus diperkuat.

BACA JUGA  FOTO: Dirut Bulog Lepas Ekspor Beras untuk Jamaah Haji Indonesia

“Bulog berkomitmen menjadi mitra strategis petani dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Sinergi akan terus diperkuat agar hasil panen dapat terserap optimal,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan sistem penyerapan ini juga bertujuan memperkuat cadangan pangan pemerintah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama sektor pangan nasional.

Di sisi lain, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pengembangan kawasan cetak sawah di Papua Selatan merupakan bagian dari upaya mempercepat swasembada pangan nasional. Ia menekankan bahwa program tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang didukung penuh pemerintah.

“Program cetak sawah ini merupakan aspirasi masyarakat dan seluruh lahannya tetap menjadi milik masyarakat,” kata Amran.

Ia menambahkan pemerintah akan memastikan dukungan penuh melalui pembangunan infrastruktur, penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian, serta jaminan penyerapan hasil panen dengan harga yang menguntungkan petani.

BACA JUGA  Program 3 Juta Rumah Terhambat, Ini Penjelasan Menteri PKP

“Kami ingin petani sejahtera. Bertani harus menjadi jalan menuju kesejahteraan,” ujar Amran.

Papua Selatan saat ini menjadi wilayah utama pengembangan kawasan pangan baru nasional. Pemerintah mencatat pengembangan lahan cetak sawah mencapai puluhan ribu hektare yang diproyeksikan memperkuat produksi beras dalam negeri.

Dari total pengembangan tersebut, Merauke menjadi wilayah terbesar dengan luas hampir 100 ribu hektare lahan yang disiapkan sebagai pusat produksi pangan masa depan Indonesia.

Pemerintah juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,3 triliun pada 2026 untuk mendukung infrastruktur pertanian, mulai dari rice milling unit, dryer, gudang, hingga sarana pendukung lainnya.

TRENDING