Connect with us

DUNIA

Drone Laut AS Hantam Jantung Angkatan Laut Iran

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran kembali memasuki babak baru. Untuk pertama kalinya, militer Amerika mengaku menggunakan drone permukaan laut (uncrewed surface vessels) dalam operasi tempur guna menyerang pangkalan Angkatan Laut Iran di Bandar Abbas.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan yang berlangsung pada Minggu (12/7/2026) itu menargetkan fasilitas pemeliharaan kapal selam dan kapal perang milik Iran.

“Dengan menggunakan beberapa drone permukaan laut serang satu arah, pasukan CENTCOM berhasil menyerang fasilitas pemeliharaan kapal selam dan kapal di Iran,” tulis CENTCOM melalui akun resminya di platform X.

Menurut CENTCOM, tiga drone laut Corsair menghantam kawasan pelabuhan di Pangkalan Angkatan Laut Bandar Abbas. Militer Amerika menyebut operasi tersebut sebagai penggunaan pertama drone laut dalam misi tempur.

Militer AS mengklaim serangan itu ditujukan untuk mengurangi kemampuan Iran melancarkan serangan terhadap jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz.

“Tiga kapal permukaan tak berawak Corsair menghantam pelabuhan di Pangkalan Angkatan Laut Bandar Abbas, menandai pertama kalinya pasukan Amerika menggunakan drone laut dalam operasi tempur. Serangan tadi malam melemahkan kemampuan Iran untuk terus menyerang pengiriman komersial,” demikian pernyataan CENTCOM.

Selain merilis pernyataan resmi, CENTCOM juga mempublikasikan rekaman yang diklaim memperlihatkan momen serangan drone terhadap fasilitas militer Iran.

Tak berhenti di situ, militer Amerika menyatakan operasi terhadap Iran berlanjut pada Senin (13/7/2026) malam waktu setempat.

“Komando Pusat AS mulai meluncurkan serangan ke Iran di malam ketiga berturut-turut atas perintah Panglima Tertinggi,” tulis CENTCOM.

Amerika Serikat menegaskan sasaran operasi tersebut adalah infrastruktur militer yang dinilai mendukung kemampuan Iran menyerang kapal-kapal sipil dan komersial yang melintasi Selat Hormuz.

“Serangan ini akan terus menimbulkan biaya berat bagi pasukan Iran dan merusak kemampuan mereka untuk menyerang warga sipil tak bersalah serta kapal komersial di Selat Hormuz,” lanjut pernyataan itu.

Penggunaan drone laut menandai perkembangan baru dalam strategi operasi militer Amerika di kawasan Teluk. Sistem tanpa awak tersebut dirancang untuk menyerang sasaran maritim dengan risiko yang lebih rendah bagi personel militer.

Serangan terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi militer antara Washington dan Teheran. Di sisi lain, berbagai upaya diplomatik untuk meredakan konflik masih terus berlangsung. (Mun)

Continue Reading

TRENDING