Connect with us

DUNIA

IRGC: Pusat Data Amazon Berhasil Dihantam Rudal Jelajah

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan klaim baru yang semakin meningkatkan tensi konflik dengan Amerika Serikat. IRGC menyatakan telah meluncurkan rudal jelajah yang diklaim menghantam fasilitas pusat data milik perusahaan teknologi Amerika, Amazon, di Bahrain.

Menurut laporan kantor berita Iran Tasnim, IRGC menyebut serangan tersebut menargetkan infrastruktur komersial Amazon sebagai bagian dari operasi balasan atas serangan yang diklaim dilakukan Amerika Serikat terhadap infrastruktur sipil di Darkkhovin.

Dalam pernyataannya, IRGC mengatakan pasukan udaranya berhasil menghancurkan fasilitas yang menjadi sasaran menggunakan rudal jelajah. Hingga saat ini, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen, dan belum ada konfirmasi resmi dari Amazon maupun otoritas Bahrain mengenai adanya kerusakan pada fasilitas yang dimaksud.

BACA JUGA  Iran Tunjuk Kepala Intel Baru

Tak hanya itu, IRGC juga mengklaim telah melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah instalasi militer Amerika Serikat di Kuwait. Target yang disebut meliputi radar peringatan dini, sistem pertahanan udara Patriot, radar FPS-117, sistem komunikasi satelit pertahanan udara, hingga sejumlah fasilitas di Pangkalan Ahmed Al Jaber, Camp Arifjan, dan Camp Al Adiri.

Menurut IRGC, operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan deteksi radar di kawasan sebagai persiapan menghadapi operasi rudal dan pesawat nirawak berikutnya.

Selain rudal jelajah, IRGC juga menyatakan menggunakan drone kamikaze dalam rangkaian operasi tersebut.

Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut tindakan tersebut sebagai bagian dari upaya merespons aktivitas militer Amerika Serikat di kawasan.

BACA JUGA  IRGC Berhasil Lumpuhkan Kapal Kontainer Israel dan Kapal Serbu Amfibi AS

Meski demikian, hingga berita ini ditulis belum terdapat verifikasi independen maupun pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat, pemerintah Bahrain, atau Amazon yang membenarkan klaim Iran terkait serangan terhadap pusat data tersebut. Situasi di kawasan masih berkembang, dan berbagai klaim dari pihak-pihak yang terlibat terus dipantau oleh media internasional. (Mun)

TRENDING