Connect with us

NASIONAL

Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Tanjungbalai, DPR Minta Polisi Ungkap Seluruh Fakta

Aktualitas.id -

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Sari Yuliati

AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan pencabulan terhadap seorang anak laki-laki di Tanjungbalai, Sumatera Utara, yang menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial. Langkah tersebut disertai permintaan agar Badan Kepegawaian Negara (BKN) menjatuhkan sanksi berat apabila guru aparatur sipil negara (ASN) yang dikaitkan dalam perkara itu terbukti terlibat berdasarkan proses hukum yang berlaku.

“Video kasus guru dan suami yang kemarin sempat viral memang sangat mengguncang nurani kita bersama, apalagi itu menimpa seorang anak yatim piatu yang seharusnya mendapat perhatian dan kasih sayang, terutama dari gurunya,” tegas Sari Yuliati dalam keterangannya, Sabtu (25/7/2026).

Sari menjelaskan kasus tersebut telah menimbulkan keprihatinan luas karena korban merupakan anak yatim piatu yang seharusnya mendapat perlindungan dari lingkungan sekitar, termasuk dunia pendidikan. Karena itu, proses penyelidikan dan penyidikan harus dilakukan secara profesional, objektif, dan menyeluruh untuk mengungkap seluruh fakta.

BACA JUGA  DPR Minta Polisi Tindak Tegas Pihak Yang Salahgunakan Mobil Ambulans

Politikus Partai Golkar itu meminta masyarakat memberikan kepercayaan kepada kepolisian untuk bekerja sesuai prosedur hukum. Ia mengingatkan agar kesimpulan mengenai keterlibatan pihak-pihak yang disebut dalam perkara tidak didasarkan pada informasi yang beredar di media sosial semata.

“Kita serahkan semuanya ke aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan, apakah guru yang sempat diarak oleh warga terlibat atau tidak,” ujarnya.

Sari menambahkan, apabila penyidik menemukan bukti yang menunjukkan keterlibatan guru ASN tersebut, BKN harus mengambil tindakan administratif secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga integritas profesi guru sekaligus memberikan efek jera.

“Jika memang terlibat, saya sebagai pimpinan selain mengecam tentunya BKN juga harus bersikap tegas dan memberikan sanksi berat, agar peristiwa ini bisa kita jadikan pelajaran bersama,” tuturnya.

Dirinya menegaskan profesi guru memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan moral generasi muda. Oleh sebab itu, setiap dugaan pelanggaran yang melibatkan tenaga pendidik harus diproses secara serius, baik melalui mekanisme pidana maupun pemeriksaan etik dan administratif apabila terbukti melanggar aturan.

BACA JUGA  Jadi Anggota DPR, Verrel Bramasta Sumbangkan Gaji Setahun untuk Rakyat

Selain meminta penegakan hukum berjalan maksimal, Sari juga mendorong kepolisian menyampaikan perkembangan penyidikan secara terbuka kepada masyarakat. Keterbukaan informasi dinilai penting mengingat perkara tersebut telah menjadi perhatian publik.

“Saya minta kepada kepolisian atau penyidik di Tanjungbalai untuk menyidiknya secara terbuka dan menyampaikan perkembangan penyidikan secara berkala dan akuntabel kepada masyarakat,” katanya.

Sari turut mengimbau masyarakat tidak melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap pihak yang diduga terlibat. Ia menekankan seluruh proses pembuktian harus diserahkan kepada aparat penegak hukum agar setiap keputusan didasarkan pada alat bukti yang sah dan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Kasus ini mencuat setelah video yang memperlihatkan warga menggeruduk rumah seorang guru ASN perempuan di Tanjungbalai viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, puluhan warga mendatangi rumah pasangan suami istri yang diduga berkaitan dengan kasus pencabulan terhadap seorang siswa sekolah dasar berusia 12 tahun.

BACA JUGA  Kasus HAM Berat tak Terungkap, Ini Kata jaksa Agung

Narasi yang beredar di media sosial menyebut adanya dugaan keterlibatan pasangan tersebut dalam tindak asusila terhadap anak. Namun, informasi tersebut masih menjadi bagian dari proses penyelidikan sehingga kebenarannya masih harus dibuktikan melalui proses hukum.

Kepala Lingkungan V Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, Sadam Husein, membenarkan adanya penggerudukan rumah tersebut. Keramaian, jelasnya, terjadi setelah warga menerima informasi mengenai dugaan tindak asusila terhadap anak di bawah umur dan situasi memanas akibat adu argumen di lokasi.

Sementara itu, kepolisian telah menetapkan D (37), suami guru ASN tersebut, sebagai tersangka. Penyidik masih mendalami perkara untuk mengungkap seluruh fakta, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain berdasarkan alat bukti yang dikumpulkan.

TRENDING