Connect with us

NASIONAL

Pemerintah Umumkan 6 Provinsi Rawan Karhutl

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Bencana kebakaran hutan dan lahan di Indonesia berada pada titik yang mengkhawatirkan. Pemerintah resmi menetapkan enam provinsi dalam status siaga tinggi dan paling kritis terancam kepungan api: Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Kondisi diperparah oleh catatan hitam pemerintah yang menyebut luas area terbakar telah menembus angka fantastis, yakni lebih dari 107 ribu hektare hingga Agustus 2026.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menegaskan bahwa enam wilayah tersebut kini berada di bawah pengawasan ketat radar pemerintah pusat.

“Ada enam provinsi paling kritis yang kita awasi secara ketat. Namun, titik api juga mendadak bermunculan di luar daerah tersebut,” tegas Djamari saat konferensi pers di kantornya, Jakarta.

BACA JUGA  Kebakaran Lahan Gambut di Gunung Singa Soreang

Amukan api tak hanya menghanguskan area konsesi dan hutan perkebunan, tetapi juga sempat merayap ke kawasan ikonik dan taman nasional. Gunung Bromo di Jawa Timur, Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat, hingga kawasan sekitar Gunung Rinjani sempat membara sebelum akhirnya dipadamkan secara agresif oleh tim gabungan.

Guna menahan laju “lautan api” yang makin tak terkendali, pemerintah mengerahkan armada udara skala besar. Sebanyak 43 helikopter pengebom air diturunkan, disokong 10 hingga 15 pesawat fixed-wing serta ribuan personel Satgas Darat.

Namun, perang melawan karhutla ini menemui jalan buntu yang krusial. Senjata paling ampuh pemerintah, yaitu Operasi Modifikasi Cuaca untuk memicu hujan buatan, terancam gagal total akibat fenomena alam.

BACA JUGA  Hampir 1 Hektare Hutan Gunungkidul Ludes Dilalap Api

“OMC itu paling efektif, tapi ada syarat mutlak: harus ada awan hujan. Kalau awan hujannya sama sekali tidak ada di langit, kita tidak akan pernah bisa membuat hujan buatan!” seru Djamari frustrasi.

Dengan langit yang kering tanpa awan dan 107 ribu hektare lahan yang telah menjadi arang, masyarakat di enam provinsi kini bertaruh nyawa menghadapi ancaman kabut asap pekat dan krisis lingkungan yang kian mencekam. (Andrey/Mun)

TRENDING