Connect with us

NUSANTARA

Kabut Asap Picu Lonjakan Pneumonia di Pontianak

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Petaka kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat kian berujung ancaman nyawa bagi warga. Kualitas udara yang merosot tajam akibat kepungan kabut asap kini memicu lonjakan kasus peradangan paru-paru berat atau pneumonia hingga 20 persen di Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak.

Lonjakan dramatis ini terlihat nyata dari ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) hingga kamar rawat inap yang kian dipadati pasien bergejala sesak napas.

Kepala RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak, Kombes Pol Josep Ginting, menegaskan pihaknya langsung membunyikan alarm siaga penuh untuk mengantisipasi ledakan pasien gangguan pernapasan.

“Rumah sakit mengantisipasi peningkatan kasus dengan menyiapkan tenaga kesehatan, alat medis, ruang perawatan, serta sistem koordinasi dengan rumah sakit lain,” ujar Josep.

BACA JUGA  Kapolres Rohil Pasang Plang Peringatan di Lokasi Bekas Karhutla: Stop Bakar Lahan!

Dokter Spesialis Paru RS Bhayangkara, dr. Andreas, membeberkan mekanisme bahaya dari racun asap karhutla ini. Menurutnya, paparan partikel asap terus-menerus mengancam saluran pernapasan hingga merusak kantung udara (alveoli) di dalam paru-paru.

“Paparan asap yang terus-menerus dan gagal ditoleransi tubuh akan berkembang menjadi sesak napas berat. Pada kondisi tertentu, ini memicu pneumonia,” terang dr. Andreas.

Bukan sekadar batuk biasa, infeksi pneumonia membuat jaringan paru-paru membengkak dan meradang, hingga kantung udara terisi cairan serta nanah yang menyumbat pasokan oksigen. Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, balita, dan ibu hamil menjadi korban yang paling rawan tumbang.

Tak hanya Pontianak, ancaman wabah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pneumonia kini menghantui sejumlah wilayah dengan titik panas (hotspot) tinggi di Kalbar, termasuk Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, Mempawah, Sintang, hingga Kapuas Hulu.

BACA JUGA  Tanggulangi Karhutla, BNPB Siapkan 5809 Personil

Warga diimbau keras menghentikan aktivitas luar ruangan dan wajib mengenakan masker standar medis untuk meminimalisasi risiko kerusakan paru-paru permanen. (Kusuma/Mun)

TRENDING