DUNIA
Trump Anggap Konflik Iran Cuma Sepele Meski 18 Prajurit Gugur
AKTUALITAS.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu kontroversi lewat pandangannya terkait krisis di Timur Tengah. Meski telah menelan 18 korban jiwa dari pihak militer AS dan menguras anggaran lebih dari US$37,5 miliar (sekitar Rp570 triliun), Trump menyebut ketegangan berdarah dengan Iran hanyalah “hal kecil”.
Pernyataan tersebut dilontarkan Trump dalam sesi wawancara di Oval Office, Jumat (4/9), untuk membela Wakil Presiden JD Vance. Sehari sebelumnya, Vance menolak secara tegas penggunaan kata “perang” dengan dalih tidak ada kontak tembak aktif secara langsung di darat, meskipun aksi saling serang antara AS dan Iran sudah berkecamuk selama enam bulan.
Klaim “bukan perang” ini kontras dengan fakta eskalasi di lapangan. Rangkaian gempuran udara AS dan Israel yang diluncurkan sejak 28 Februari 2026 terbukti memicu serangan balasan Iran ke Kuwait, salah satu sekutu strategis AS di kawasan Teluk.
“Saya bisa memahami apa yang dia (Vance) katakan. Saya menyebutnya sebagai konflik militer karena bagi kita ini adalah hal kecil. Ini bukan perkara besar,” ujar Trump, dikutip dari Asia One.
Untuk melegitimasi argumen “hal kecil” tersebut, Trump membandingkan angka fatalitas di Iran dengan operasi militer AS di masa lalu. Ia memamerkan operasi di Venezuela (Januari 2026) saat menangkap mantan Presiden Nicolás Maduro yang sukses berjalan tanpa korban jiwa dari pihak AS.
Trump juga membandingkannya dengan Perang Vietnam, di mana ia mengklaim AS kehilangan 100 ribu tentara—sebuah angka yang melebih-lebihkan data resmi Arsip Nasional AS yang mencatat 58.220 personel gugur. Di Iran, operasi AS murni mengandalkan serangan udara bersama Israel tanpa mengerahkan pasukan darat.
Saat dicecar mengenai kelayakannya meremehkan konflik yang telah merenggut belasan nyawa prajuritnya, Trump menggunakan ancaman senjata pemusnah massal sebagai tameng utama. Ia menegaskan hasil utama dari operasi tersebut adalah lumpuhnya ambisi nuklir Tehran.
“Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir, karena jika mereka memilikinya, Anda mungkin tidak akan berdiri di sini hari ini,” pungkas Trump. (Mun)
-
EKBIS20/10/2026 17:00 WIBEkonom Ingatkan Bahaya Reputasi Indonesia di Mata Investor Global
-
DUNIA20/10/2026 21:00 WIBIran Perketat Ancaman di Selat Hormuz
-
POLITIK20/10/2026 20:00 WIBGolkar Klaim Indonesia Tumbuh Cepat di Era Prabowo-Gibran
-
NASIONAL20/10/2026 17:15 WIBDua Tahun Prabowo-Gibran, Survei ASI Ungkap CKG dan Sekolah Rakyat Jadi Program Favorit
-
EKBIS20/10/2026 19:00 WIBIHSG Ditutup Menguat 5,65 Persen ke Level 5.278
-
NUSANTARA20/10/2026 22:00 WIBAksi Kasar Ajudan Gubernur Kaltim Senggol Demonstran Wanita
-
DUNIA20/10/2026 18:00 WIBSerangan Drone Israel Tewaskan Warga Sipil di Gaza
-
NUSANTARA20/10/2026 14:30 WIBBapak dan Dua Anak Tewas Dalam Bentrokan di OKI

















