Connect with us

NUSANTARA

Api Belum Padam, 20 Hektare Hutan Donggala Hangus Jadi Abu

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id -ai

AKTUALITAS.ID – Malam minggu yang seharusnya tenang di Desa Sibualong, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, mendadak berubah mencekam. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mengamuk hebat dan melahap habis sekitar 20 hektare area hutan serta kebun milik warga pada Sabtu (19/9/2026) malam.

Api yang merambat dengan sangat cepat membuat kepanikan massal tak terhindarkan. Warga di sekitar lokasi kejadian dilanda ketakutan luar biasa karena kobaran api berpotensi meluas dan merembet langsung ke area permukiman.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Asbudianto, membenarkan situasi genting tersebut. Pihaknya baru menerima laporan darurat pada Minggu (20/9/2026) dini hari pukul 01.40 Wita. Tanpa buang waktu, Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama armada pemadam kebakaran dari Pos Siaga Tanantovea langsung diterjunkan ke “medan tempur”.

BACA JUGA  Cegah Karhutla, Kapolres Rokan Hulu Turun Langsung Sosialisasi ke Desa

Namun, perlawanan menjinakkan si jago merah sama sekali tidak mudah.

“Kondisi di lokasi belum aman. Masih terdapat sejumlah titik api yang sangat sulit dijangkau oleh petugas kami di lapangan,” tegas Asbudianto.

Berdasarkan penelusuran awal BPBD, sumber petaka ini diduga kuat berasal dari lahan yang terbakar di Dusun 5 Malawa, Desa Siweli. Meski demikian, penyebab pasti mengapa api bisa muncul dan menyebar tak terkendali masih dalam investigasi intensif.

Kabar baiknya, hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi. Namun, status siaga belum dicabut. Petugas masih bersiaga penuh memantau pergerakan api agar tidak kembali membesar.

Kondisi medan yang berat membuat penanganan karhutla berjalan alot. Saat ini, tim gabungan di lapangan berteriak membutuhkan bantuan mendesak. Tambahan armada mobil tangki air, suplai tangki semprot manual, hingga penebalan jumlah personel menjadi kebutuhan krusial yang harus segera dipenuhi untuk memutus mata rantai api di titik-titik buta.

BACA JUGA  BPBD: 3 Gunung Jatim Terus Terbakar

Masyarakat diimbau untuk tidak lengah dan meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi hingga seluruh area dipastikan benar-benar aman dari ancaman sisa-sisa bara api. (Irawan/Mun)

TRENDING