NASIONAL
JK: UU ITE Bukan Untungkan Kepentingan Kekuasaan
AKTUALITAS.ID – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) membantah anggapan sejumlah pihak yang menilai Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) banyak disalahgunakan untuk kepentingan kekuasaan. Menurut JK, banyak juga kasus yang terjadi karena pasal di UU ITE, adalah kasus menyangkut orang per orang. Karena itu, JK menilai pasal di UU ITE bisa mengancam semua […]
AKTUALITAS.ID – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) membantah anggapan sejumlah pihak yang menilai Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) banyak disalahgunakan untuk kepentingan kekuasaan. Menurut JK, banyak juga kasus yang terjadi karena pasal di UU ITE, adalah kasus menyangkut orang per orang.
Karena itu, JK menilai pasal di UU ITE bisa mengancam semua orang jika ada pihak berkepentingan yang merasa dirugikan.”Ada orang dengan orang, jadi kapan kekuasaan? tidak. Justru ada orang merasa dirinya dikenai, dirugikan, dia bisa melapor dan sama-sama, bukan pemerintah kan. Bukan kekuasaan, orang. Saya juga pernah, ya saya juga ke pengadilan,” ujar JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (6/2).
JK juga menanggapi tudingan banyaknya pasal karet dalam UU ITE. Menurut JK, ranah hukum yang harus menafsirkan pasal-pasal UU ITE agar tak menjadi pasal karet.
-
OLAHRAGA06/05/2026 21:00 WIBAlisson Becker Setujui Kesepakatan Kontrak Dengan Juventus
-
PAPUA TENGAH06/05/2026 21:30 WIBDi Mimika, Banyak Pihak Bahas Nasib Pelayanan Kapal Perintis di Dermaga Sipu-Sipu Jita
-
NUSANTARA06/05/2026 22:00 WIBDua Korban Longsor di Kabupaten Bogor dan Cianjur Berhasil Ditemukan
-
DUNIA07/05/2026 08:00 WIBRibuan Tentara Israel Disebut Alami Gangguan Mental
-
JABODETABEK06/05/2026 22:30 WIBPolisi: Bahan Baku Narkoba Etomidate Dibawa Pelaku dari China
-
NASIONAL06/05/2026 20:30 WIBAturan Penempatan Personel Polri di Kementerian, Akan Dikaji Pemerintah
-
OASE07/05/2026 05:00 WIBDalil Puasa Wajib dan Sunnah yang Jarang Diketahui Umat Islam
-
EKBIS06/05/2026 19:30 WIBPemerintah Siapkan Penerbitan Panda Bonds di China, Demi Perkuat Rupiah

















