Berita
Efek Lanjutan Corona, Softbank Jual Aset Rp1.120 T Buat Hadapi
AKTUALITAS.ID – Softbank Group menjual aset perusahaan senilai US$80 miliar atau sekitar Rp1.120 triliun (asumsi kurs Rp14 ribu per dolar AS) guna mengantisipasi dampak lanjutan dari pandemi virus corona. Sebagian dari hasil penjualan aset dipakai perusahaan untuk membeli kembali saham perusahaan (buyback) sebagai langkah antisipasi. Langkah yang diambil pada awal tahun ini disebut CEO Softbank […]
AKTUALITAS.ID – Softbank Group menjual aset perusahaan senilai US$80 miliar atau sekitar Rp1.120 triliun (asumsi kurs Rp14 ribu per dolar AS) guna mengantisipasi dampak lanjutan dari pandemi virus corona.
Sebagian dari hasil penjualan aset dipakai perusahaan untuk membeli kembali saham perusahaan (buyback) sebagai langkah antisipasi.
Langkah yang diambil pada awal tahun ini disebut CEO Softbank Masayoshi Son untuk menopang laporan keuangan perusahaan sejak pandemi mengguncang ekonomi global dan menjatuhkan nilai perusahaan.
Penjualan tersebut dua kali lipat dari rencana awal Son yang hanya berniat menjual aset senilai US$41 miliar atau sekitar Rp560 triliun.
Selain untuk membeli saham, perusahaan asal Jepang ini memilih untuk memegang uang tunai (hard cash) untuk berjaga-jaga dari dampak pandemi yang diyakini Son masih mengancam ekonomi dunia.
Meski vaksin corona berefektivitas tinggi dikabarkan akan segera diluncurkan, konglomerat asal Negeri Bunga Sakura ini pesimistis ekonomi akan segera pulih.
Pasalnya, terus terjadi gelombang kedua bahkan ketiga dari pandemi di berbagai negara. “Dalam dua hingga tiga bulan mendatang, musibah apapun bisa datang,” katanya seperti dikutip dari CNN, Rabu (18/11).
Menurut Son, sebelum distribusi pengobatan virus corona atau vaksin tersedia, berbagai perusahaan dunia bisa jatuh kapan saja dan mengakibatkan efek domino di industri terkait.
Ia mencontohkan kalau pailitnya satu bank akan mengguncang seluruh industri perbankan dan membuat pasar modal menjadi panik.
“Saya tetap bersiap untuk skenario terburuk. Jadi ini alasan hari ini kami memegang hampir US$80 miliar uang tunai di tangan,” terang Son.
-
EKBIS06/08/2026 20:00 WIBAirlangga Pastikan Pertalite Tak Naik hingga Akhir 2026
-
DUNIA06/08/2026 21:00 WIBRudal Rusia Tewaskan Belasan Orang di Kyiv
-
NASIONAL07/08/2026 06:00 WIBAmnesty Desak MBG Dihentikan Usai Dugaan Keracunan Massal
-
NUSANTARA06/08/2026 22:00 WIBBocah 11 Tahun di Jambi Tewas Diterkam Buaya Ganas
-
EKBIS07/08/2026 10:30 WIBRupiah Jadi Pecundang di Asia Pagi Ini
-
RAGAM07/08/2026 01:05 WIBSJA Textile Hadirkan Strategic Fabric Partner, Bantu Brand Fashion dari Awal Produksi
-
PAPUA TENGAH07/08/2026 09:00 WIBPBB: Jangan Rampas Suara Rakyat Lewat Ambang Batas Parlemen
-
NASIONAL07/08/2026 11:00 WIBDPR: QRIS Diduga Dimanfaatkan untuk Deposit Judi Online

















