Berita
Pekan Depan, Menlu Israel Dijadwalkan Berkunjung ke UEA
Menteri luar negeri Israel yang baru diangkat, Yair Lapid, akan berkunjung ke Uni Emirat Arab (UEA) pekan depan. Ini adalah kunjungan pertama diplomat tinggi Israel ke UEA setelah normalisasi hubungan antara kedua negara tahun lalu. Dilansir Aljazirah, Kementerian Luar Negeri Israel pada Senin (21/6) mengatakan Lapid akan mengunjungi UEA pada 29-30 Juni. Dalam kunjungan itu, […]
Menteri luar negeri Israel yang baru diangkat, Yair Lapid, akan berkunjung ke Uni Emirat Arab (UEA) pekan depan. Ini adalah kunjungan pertama diplomat tinggi Israel ke UEA setelah normalisasi hubungan antara kedua negara tahun lalu.
Dilansir Aljazirah, Kementerian Luar Negeri Israel pada Senin (21/6) mengatakan Lapid akan mengunjungi UEA pada 29-30 Juni. Dalam kunjungan itu, Lapid akan meresmikan kedutaan besar Israel di Abu Dhabi dan konsulat di Dubai.
September lalu, UEA telah menandatangani sejumlah kesepakatan bisnis dengan Israel. Kedua pihak sepakat untuk mengabaikan persyaratan visa bagi warga negara masing-masing dan menandatangani sejumlah perjanjian bilateral tentang investasi, pariwisata, penerbangan langsung, keamanan, dan telekomunikasi.
UEA adalah negara Teluk Arab pertama yang mengumumkan normalisasi hubungan dengan Israel. Negara Arab lainnya yang menormalisasi hubungan dengan Israel yaitu Bahrain, Maroko, dan Sudan. Mereka menjalin hubungan diplomatik dengan Israel di bawah Abraham Accord yang ditengahi oleh mantan presiden AS Donald Trump.
Tak lama setelah kesepakatan tercapai, pemerintahan Trump mengizinkan penjualan 50 jet tempur F-35 canggih ke UEA. Penjualan itu menjadikan UEA sebagai negara kedua di Timur Tengah yang memiliki jet temput F-35 setelah Israel.
Pemerintah baru di Israel dan AS mengatakan mereka berharap dapat mencapai kesepakatan serupa dengan negara-negara Arab lainnya. Sebelum pemerintahan Trump membuat Abraham Accord, satu-satunya negara Arab yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel adalah Mesir dan Yordania.
Abraham Accord mematahkan konsensus yang dicapai di antara sebagian besar negara Arab. Konsensus tersebut mengatakan pengakuan resmi atas Israel bergantung pada akhir pendudukan wilayah Palestina dan pembentukan solusi dua negara.
Palestina telah mengutuk normalisasi hubungan sejumlah negara Arab dengan Israel. Palestina menyebut normalisasi hubungan itu adalah pengkhianatan besar oleh negara-negara Arab dan merusak upaya Palestina untuk merdeka.
-
NASIONAL25/07/2026 18:00 WIBKuasa Hukum Don Ritto Nilai Kejagung Prematur Kaitkan Uang dan Emas dengan Febrie Adriansyah
-
NASIONAL25/07/2026 09:00 WIBImigrasi: WNA Dilarang Jadi Ketua Acara di Indonesia
-
EKBIS25/07/2026 10:30 WIBHarga Emas Antam Resmi Naik Rp7.000
-
NASIONAL25/07/2026 10:00 WIBAJI Tagih Permintaan Maaf Prabowo soal Wartawan ‘Londo Ireng’
-
EKBIS25/07/2026 09:30 WIBKabar Baik! BBM Nonsubsidi Masih Lebih Murah Bulan Ini
-
JABODETABEK25/07/2026 05:30 WIBBMKG: Suhu Jakarta Tembus 34 Derajat
-
OASE25/07/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Bongkar Batas Kemampuan Mata dan Telinga Manusia
-
RIAU25/07/2026 19:00 WIBRibuan Jamaah Padati Tabligh Akbar Habib Husein Ja’far di Bengkalis, Kasmarni Ingatkan Bahaya FOMO

















